Pertama Dalam Sejarah Dunia, Palestina Dapatkan Kursi Tetap Sejajar Dengan Negara Lainnya di PBB

- Sabtu, 14 September 2024 | 12:43 WIB
Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour duduk di antara perwakilan Sudan dan Sri Lanka. Di mejanya tertulis Negara Palestina. (Foto: arabnews.com)
Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour duduk di antara perwakilan Sudan dan Sri Lanka. Di mejanya tertulis Negara Palestina. (Foto: arabnews.com)

KALIMANTAN UPDATE - Pertama kali dalam sejarah dunia, Palestina dapatkan kursi sejajar duduk berdampingan dengan negara-negara anggota dalam urutan abjad di PBB.

Hal itu terlihat jelang sidang ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dimulai di New York pada hari Selasa (10/9/2024).

Kehadiran Palestina dimungkinkan oleh satu resolusi yang diadopsi Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Mei, yang menegaskan Palestina memenuhi syarat untuk menjadi anggota penuh PBB.

Baca Juga: Tanggapi Viral Video 5 Anak SMP di Indonesia Ejek Korban Palestina, Jurnalis Palestine: Orang Tua Macam Apa Membesarkan Anak Seperti Itu

Sebagai hasil dari perubahan tersebut, Palestina dapat memasukkan perwakilannya dalam daftar pembicara dalam diskusi tentang isu-isu Timur Tengah dan menyampaikan amandemen dan proposal.

Namun, Palestina tetap menjadi negara pengamat dan tidak memiliki hak suara di Majelis Umum. Selain itu, Palestina tidak dapat mencalonkan perwakilannya untuk berbagai posisi dalam badan dan lembaga PBB.

Pada pembukaan sidang Majelis Umum ke-79 hari Selasa, mantan Perdana Menteri Kamerun Philemon Yang mengambil alih peran sebagai presiden sidang. Resolusi Mai diadopsi dengan 143 negara anggota yang memberikan suara mendukung. AS termasuk di antara sembilan negara yang menentangnya, sementara 25 negara lainnya abstain.

Palestina mengajukan permohonan keanggotaan penuh PBB pada tahun 2011 tetapi tidak menerima dukungan yang diperlukan dari Dewan Keamanan karena veto AS. Namun, pada tahun 2012, negara itu memperoleh status pengamat tetap.***

Editor: Syaifullah

Sumber: sindonews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Topan Yagi Sempat Hantam China dan Filipina

Rabu, 11 September 2024 | 19:31 WIB
X