Hari Kesetaraan Gaji Internasional Diperingati Setiap 18 September, Berikut Sejarahnya

- Rabu, 18 September 2024 | 10:04 WIB
Ilustrasi Gaji  (pexels/Karolina Kaboompics)
Ilustrasi Gaji (pexels/Karolina Kaboompics)

KALIMANTAN UPDATE - Setiap tanggal 18 September diperingati sebagai Hari Kesetaraan Gaji/Upah Internasional (International Equal Pay Day), dimana tahun ini jatuh pada hari Rabu.

Adapun peringatan ini bertujuan untuk mengakhiri diskriminasi dalam bentuk kesenjangan upah, terutama bagi perempuan dan kelompok minoritas.

Hari Kesetaraan Gaji Internasional pertama kali diperingati pada tahun 2019, dilatarbelakangi oleh masalah diskriminasi berbasis gender, suku, warna kulit, serta ketidakadilan dalam gaji yang hingga kini masih terjadi di berbagai negara. Masalah ini menjadi sorotan global karena kesenjangan upah masih signifikan di berbagai sektor.

Baca Juga: Selain Pamer Gaji Sebagai Asisten Stafsus Jokowi, Yasmin Nur Sebut Gampang Untuk Penjarakan Orang

Salah satu contoh nyata terjadi di Amerika Serikat pada 2019, di mana perempuan hanya mendapatkan 82 sen untuk setiap satu dolar yang diperoleh laki-laki.

Ketidakadilan ini semakin parah bagi perempuan dari kelompok minoritas, seperti perempuan Spanyol yang hanya mendapatkan 57% dari pendapatan pria kulit putih.

Kesenjangan gaji juga terjadi di berbagai industri, terutama yang didominasi laki-laki. Contohnya, ahli bedah perempuan dibayar 19 miliar dolar lebih rendah setiap tahunnya dibandingkan rekan pria mereka. Kondisi ini menjadi cerminan ketidaksetaraan yang meluas di banyak negara dan sektor kerja.

Baca Juga: Usai Viral Guru Honorer SMKN 6 Curhat Besaran Gaji Diterima, Pj Bupati Ende: Tak Tahu Norma dan Etika

Hari Kesetaraan Upah Internasional diperingati dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan upah. Berbagai kampanye dan edukasi diselenggarakan untuk memberitahukan bahwa kesenjangan gaji adalah masalah yang harus segera diatasi.

Dengan semakin banyak masyarakat yang sadar akan adanya ketidaksetaraan ini, harapannya akan semakin mudah untuk mendorong perubahan dan memastikan semua pekerja, tanpa memandang jenis kelamin, ras, atau latar belakang etnis, mendapatkan upah yang adil dan setara.***

Editor: Syaifullah

Sumber: RRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Topan Yagi Sempat Hantam China dan Filipina

Rabu, 11 September 2024 | 19:31 WIB
X