Trump Wacanakan Relokasi Sebagai Warga Gaza ke Negara Lain, Indonesia Masuk Dalam Daftar

- Senin, 20 Januari 2025 | 18:00 WIB
Presiden terpilih Donald Trump. ( (instagram.com/realdonaldtrump))
Presiden terpilih Donald Trump. ( (instagram.com/realdonaldtrump))

KALIMANTAN UPDATE - Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas sedang mulai berlangsung saat ini, dengan harapan gencatan itu bisa lama bertahan sampai adanya solusi terbaik untuk kedua negara tersebut mendatang.

Dalam upaya mempertahankankan itu juga, Presiden Terpilih Donal Trump beserta timnya juga ingin mengupayakan terbaik agar gencatan senjata tersebut berlangsung lama.

Melalui utusannya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, telah mengusulkan untuk merelokasi sebagian penduduk Gaza ke Indonesia saat proses pembangunan kembali dimulai, kata seorang pejabat kepada NBC pada hari Minggu, seperti dikutip laman The Jerusalem Post.

Baca Juga: Ditengah Kabar Pemblokiran TikTok, Shou Zi Chew Terimakasih ke Donald Trump

Witkoff mempertimbangkan untuk mengunjungi Jalur Gaza, yang memungkinkannya melihat sendiri situasi di lapangan daripada mempercayai perkataan masing-masing pihak.

 

Menurut NBC, utusan Trump terutama prihatin dengan konflik sehari-hari antara Israel dan Hamas di Gaza yang dapat menunda pembebasan sandera tambahan, sesuatu yang menurut pejabat itu "tidak dapat dihindari" meskipun perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada hari Minggu (19/1/2025).

"Ingat, ada banyak orang, radikal, fanatik, tidak hanya dari pihak Hamas, dari sayap kanan pihak Israel, yang benar-benar terdorong untuk meledakkan seluruh kesepakatan ini," kata pejabat itu.

Baca Juga: Dicecar Dengan Pertanyaan Soal ASEAN, Calon Menteri Pertahanan AS Trump Malah Sebut Jepang Korea Selatan dan AUKUS Australia

"Jika kita tidak membantu warga Gaza, jika kita tidak membuat hidup mereka lebih baik, jika kita tidak memberi mereka harapan, akan terjadi pemberontakan," pejabat itu menambahkan, menurut laporan tersebut.

NBC News juga melaporkan seperti dikutip laman jewishpress.com, pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump yang akan datang dilaporkan tengah menjajaki rencana berani untuk merelokasi sejumlah penduduk Jalur Gaza ke negara lain selama pembangunan kembali wilayah tersebut.

Gagasan untuk membantu warga Gaza pindah telah dilarang selama pemerintahan Biden, dan setiap orang Israel yang menyarankan warga Arab Gaza akan hidup jauh lebih baik di luar negeri daripada di antara puing-puing lingkungan mereka yang dibom dijuluki sebagai ekstremis sayap kanan.

Baca Juga: Hamas dan Israel Bakal Melakukan Gencatan Senjata Segera, Dugaan Kuat Ada Masalah Ekonomi

Adapun menurut kabar dari sejumlah media internasional maupun media sosial, salah satu negara yang bakal diwacanakan untuk merelokasi penduduka jalur Gaza yakni disebutkan Indonesia.

Mengingat Pemimpin PLO Yasser Arafat mengunjungi Indonesia beberapa kali, termasuk pada tahun 1984 untuk bertemu Presiden Suharto; pada bulan September 1992 untuk menghadiri KTT Gerakan Non-Blok ke-10 di Jakarta; dan pada tahun 1993, dan Agustus 2000 untuk bertemu Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid di Jakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: The Jerusalem Post, NBC News, jewishpress.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X