KALIMANTAN UPDATE - Seorang petugas Imigrasi dikabarkan menerima suap dari Warga Negara China di bandara.
Menanggapi viral video tersebut, Kementerian Imigrasi membantah tegas diisukan pihak imigrasi itu menerima suap dari WNA.
"Video itu tidak benar," tulis Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam balasannya di akun TikTok @ditjen_imigrasi pada Sabtu (18/1/2025).
Ditjen Imigrasi klaim video tersebut sudah terkonfirmasi secara langsung di lokasi. Selain itu juga telah disesuaikan dengan pengecekan CCTV.
"Petugas tidak meminta atau menerima imbalan apa pun dari WNA tersebut," tegas Imigrasi.
Sebelumnya ramai di media sosial, seperti diunggah Agus Widodo dalam X @arwidodo yang memperlihatkan adanya dugaan penyuapan yang dilakukan WNA berbahasa China di bandara.
Melihat latar dalam video tersebut, seperti berada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten. Dalam video tersebut WNA tersebut telah menyiapkan uang sejumlah Rp 500.000 saat pengecekan paspor di bandara.
Namun, tidak disebutkan waktu kapan peristiwa tersebut berlangsung. Bahkan ada beberapa tampilan dalam video memperlihatkan WNA tersebut sedang menarik uang tunai di ATM.***
Artikel Terkait
Review Film Almarhum (2025), Pocong Lagi Pocong Lagi
Viral Aksi Protes Ngamuk dan Minta Pekerjaan ke Perusahaan di Tangerang Selatan
Review Film Ketindihan (2025), Eksekusi Kurang Matang Tampil Berani Untuk Tayang
Aktor Sandy Permana Tewas Usai Ditikam Nanang Gimbal, Diduga Sakit Hati
Presiden Yoon Suk Yeol Berhasil Ditangkap Pihak Keamanan Korea Selatan, Sempat Diwarnai Pertikaian
Usai Viral Koin Jagat Banyak Dimainkan dan Berdampak Negatif Sehingga Bakal Ditakedown, Pihak Jagat Buka Suara
Hamas dan Israel Bakal Melakukan Gencatan Senjata Segera, Dugaan Kuat Ada Masalah Ekonomi
Dicecar Dengan Pertanyaan Soal ASEAN, Calon Menteri Pertahanan AS Trump Malah Sebut Jepang Korea Selatan dan AUKUS Australia
Disebut Bakal Gantikan TikTok, Mengenal Aplikasi RedNote Ramai Mulai Dicoba Pengguna Media Sosial
Program Makan Bergizi Gratis Siap Diterapkan di Kalimantan Barat, Telan Biaya Rp 15.000