Kapolda Sumbar Telah Periksa 30 Anggotanya, Jika Terbukti Ada Penganiayaan Hingga Tewasnya Afif Maulana Bakal Tanggung Jawab

- Senin, 24 Juni 2024 | 19:33 WIB
Kapolda Sumbar Irjen Suharyono (depan dua kiri). (Antara/Mario Sofia Nasution)
Kapolda Sumbar Irjen Suharyono (depan dua kiri). (Antara/Mario Sofia Nasution)

KALIMANTAN UPDATE - Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Barat atau Kapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 anggota Samapta Bhayangkara yang bertugas melerai tawuran pada Ahad 9 Juni 2024.

Pemeriksaan para personel tersebut terkait dengan ditemukannya jasad Afit Maulana (AM) bocah 13 tahun di Kota Padang. Kemudian, AM diduga tewas karena dianiaya polisi.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang petugas. Sudah 2 hari pemeriksaannya di Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumbar,” kata Irjen Suharyono, Ahad, 23 Juni 2024.

Baca Juga: Nasib Pilu Afif Maulana Bocah 13 Tahun Ditemukan Tewas Dekat Jembatan, Sempat Didapati Bekas Dianiaya Hingga Puluhan Polisi Kini Diperiksi

 

Jenderal bintang dua itu mengatakan, bahwa penyelidikan terhadap kasus ini akan dilakukan secara terbuka dan akan disampaikan kepada masyarakat luas. Selain itu, jika ada anggotanya yang terbukti melanggar akan ditindak tegas. Pihaknya juga mengatakan akan bertanggung jawab jika ada anggotanya terlibat.

“Saya sebagai Kapolda Sumbar akan bertanggung jawab, jika memang ada anggota yang terlibat dalam penyimpangan ini,” katanya.

Profil Kapolda Sumbar Irjen Suharyono

 

Irjen Suharyono menjabat sebagai Kapolda Sumbar sejak 14 Oktober 2022 lalu. Kala itu ia menggantikan Irjen Teddy Minahasa yang dimutasi menjadi Kapolda Jawa Timur.

Baca Juga: Usai Viral Video Seorang Ayah Protes Anaknya Tak Naik Kelas Gegara Melaporkan Dugaan Korupsi dan Pungli Pihak Sekolah, Kepsek SMAN 8 Medan Buka Suara

Adapun belakangan Teddy Minahasa terjerat kasus narkoba dan divonis Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan pidana penjara seumur hidup.

Irjen Suharyono, yang kini genap berusia 57 tahun, lahir di Temanggung pada 2 Desember 1966. Selama menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian alias Akpol, dia merupakan taruna berprestasi. Tak ayal, penghargaan lulusan terbaik Adhi Makayasa angkatan 1992 disematkan kepadanya.

Setelah menyelesaikan Akpol, polisi yang berpengalaman di bidang intelijen ini kemudian meniti karier di institusi kepolisian. Sejumlah jabatan strategis pun pernah diampu Irjen Suharyono.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Tempo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X