TNI AL Klarifikasi Usai Disebut Melakukan Pengadaan Proyek Buzzer Senilai Rp100 Miliar

- Sabtu, 4 Januari 2025 | 12:55 WIB
Ilustrasi buzzer (Freepik)
Ilustrasi buzzer (Freepik)

KALIMANTAN UPDATE - Belakangan ini TNI Angkatan Laut (TNI-AL) disebut melakukan pengadaan aplikasi Information Response System senilai Rp100 miliar.

Dalam unggahan yang beredar, pengadaan itu disebut dengan buzzer. Sebuah akun di x menampilkan tangkapan layar di website Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP).

Dalam tangkapan layar, nama paket adalah pengadaan aplikasi Information Response System. Uraian pekerjaan dalam paket itu menyatakan bahwa Dispenal sudah saatnya menerapkan sistem respons tersebut dengan membangun sistem khusus. Tujuannya, adalah untuk mengurangi kemunculan opini negatif.

Baca Juga: Viral Video Babinsa TNI Tendang Kepala Pelaku Pencuri Ayam Berujung Klarifikasi

"Dengan menyebarkan informasi positif melalui keterlibatan key opinion leader guna menggiring opini masyarakat ke arah opini yang positif dan kondusif," demikian uraian tersebut. ".... metode seperti ini juga dikenal dengan sebutan buzzer."

Berdasar penelusuran di website Sirup LKPP, uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan telah berganti.

Dalam klarifikasinya, TNI AL menyatakan terdapat kesalahan pada deskripsi pekerjaan yang menyebutkan bahwa aplikasi tersebut adalah buzzer.

Baca Juga: Viral Video Oknum TNI Bekingi Debt Collector di Medan, Kapendam I Bukit Barisan Buka Suara

TNI AL menyatakan aplikasi yang dibangun adalah sebuah aplikasi pengamanan informasi yang sangat dibutuhkan di dalam menjaga integritas Informasi yang akan dipublikasi.

Dengan aplikasi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan perlindungan data sensitif dengan menjaga integritas informasi dan mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berwenang, serta pendeteksian penyalahgunaan informasi terkait TNI AL di media sosial.

"Pembangunan aplikasi tersebut tentunya membutuhkan infrastruktur perangkat keras, perangkat lunak serta layanan data pendukung lainnya," dikutip dari penjelasan TNI AL.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X