Pelamar Kerja dan Pihak Rekrutmen Pencari Kerja Cekcok, Rupanya Gegara Dimintai Biaya Administrasi

- Rabu, 2 Oktober 2024 | 17:50 WIB
Ilustrasi - Pelamar pekerjaan (Instagram/@updatelokerjambi)
Ilustrasi - Pelamar pekerjaan (Instagram/@updatelokerjambi)

KALIMANTAN UPDATE - Video pelamar cekcok dengan pihak perusahaan pencari pekerjaan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan jadi sorotan publik di media sosial.

Video itu juga diunggah oleh salah satunya melalui akun @Infojakartaselatan. disebutkan keduannya ribut di sebuah perusahaan berelokasi di Kebayoran Lama, Jaksel.

Dalam tautan informasi yang tertera di akun, disebutkan peristiwa itu terjadi pada Senin, 30 September 2024, di sebuah ruko di Jalan Raya Ciledug Raya, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Barat.

Baca Juga: Viral Video Siswa SMA dan Siswa SMP Berhubungan Sesama Jenis, Dugaan Terjadi di Kuningan Utara

Adapun penyebab keduannya hampir adu jotos itu lantaran pelamar kerja dimintai sejumlah uang oleh pihak perekrut pekerja.

Petugas kepolisian mendapat informasi ada keributan, kemudian mendatangi lokasi dan mencoba menenangkan para calon pelamar kerja.

Disana juga dilakukan mediasi dan kantor tersebut pun mengembalikan uang administrasi si pelamar kerja.

Baca Juga: Puan Maharani Kembali Terpilih Sebagai Ketua DPR RI 2024-2029

 

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama, AKP Ivo Amelia mengatakan pemicu keributan berawal dari tiga orang pelamar kerja yang meminta agar uang yang telah mereka berikan kepada perusahaan, dikembalikan.

"Setelah mendapat laporan dari masyarakat anggota kita langsung ke lokasi. Setelah dimediasikan akhirnya pihak dari perusahaan ini mengembalikan uang yang telah diterima kepada pelamar dengan besaran antara Rp200 ribu, Rp300 ribu, dan Rp400 ribu," ujar Ivo kepada Poskota.co.id.

Dia menambahkan, uang pelamar yang diberikan kepada perusahaan rekruitmen pencari kerja sendiri adalah sebagai biaya administrasi.

Baca Juga: Mengenal Blue Java Banana atau Pisang Warna Biru Miliki Rasa Layaknya Es Krim Vanila

"Pengakuan dari manajemen perusahaan PT SAS ini meminta uang administrasi kepada pelamar yang mau mencari pekerjaan," ungkap Ivo.

Dia mengungkapkan para korban lain hingga kini masih belum ada.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Poskota

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X