Sejarah Hari Kesaktian Pancasila Diperingati Setiap 1 Oktober, Disertai Tema dan Link Download Twibbon Terbaru

- Selasa, 1 Oktober 2024 | 07:39 WIB
Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2024. ( tangkapan layar youtube Guru SD Yordaci)
Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2024. ( tangkapan layar youtube Guru SD Yordaci)

KALIMANTAN UPDATE - Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober merupakan peringatan nasional yang diperingati setiap tahun. Ini juga bukan merupakan hari libur atau tanggal merah, ya!

Peringatan nasional untuk Hari Kesaktian Pancasila berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Momen bersejarah yang terjadi pada 1965 itu memberikan bekas mendalam untuk bangsa Indonesia.

Tahun ini Hari Kesaktian Pancasila jatuh pada hari Selasa yang bertemakan "Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas".

Baca Juga: Viral Video Erin Bugis Mobil Brio Jadi Buruan Netizen, Ada Klaim Editan Hingga Asli?

Tema tersebut dijadikan sebagai inti peringatan melalui upacara bendera pada 1 Oktober 2024. Pelaksanaannya dilakukan sesuai pedomaan upacara yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Upacara bendera dilakukan sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang para jenderal dan perwira tinggi militer yang menjadi korban peristiwa G30S/PKI. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme anak bangsa melalui upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Dilansir buku Pancasila milik Hairul Amren Samosir, Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan pada perjuangan pahlawan revolusi. Enam orang perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat gugur karena peristiwa G30S/PKI.

Baca Juga: Pernah Tipu Puluhan Juta, TNI AL Gadungan Ini Berhasil Diamankan Saat Terciduk Berada di Monas

Kejadian tersebut berlangsung selama satu malam, tepatnya pada 30 September hingga 1 Oktober 1965. Pemberontakan melibatkan Pasukan Cakrabirawa dan juga anggota PKI yang dipimpin oleh Dipa Nusantara (DN) Aidit.

Awalnya, PKI ingin menggulingkan Presiden Soekarno dan merebut tahta pemerintahan Indonesia. Mereka juga mau mengubah dasar negara Pancasila menjadi komunis. Terjadilah penculikan dan pembunuhan terhadap 7 perwira TNI.

Mayat ketujuh perwira ditemukan pada 4 Oktober 1965 di sebuah sumur dengan ke dalaman 12 meter. Kini, lokasi penemuan mayat dikenal dengan nama Lubang Buaya yang terletak di Jakarta Timur.

Baca Juga: Kesal dan Tak Terima Pacarnya Dilecehkan, Pria Aniaya Korban Hingga Meninggal Dunia

Mereka adalah Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Harjono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Andreas Tendean.

Selain daripada ketujuh perwira, ada satu anak yang menjadi korban pembunuhan. Ia adalah putri bungsu Jenderal Abdul Haris Nasution dan Kohana Sunarti bernama Ade Irma Suryani.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Twibbonize, detiksumbagsel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Apa Perbedaan G30S, G30 S PKI, Gestapu dan Gestok?

Minggu, 29 September 2024 | 11:34 WIB

Bersiap Hadapi Proxy War, Matra Siber TNI Bakal Dibentuk

Kamis, 26 September 2024 | 08:54 WIB
X