KALIMANTAN UPDATE - Diskusi kebangsaan yang digelar para diaspora Indonesia bersama sejumlah tokoh dan aktivis di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan rusuh disebabkan orang tak dikenal (OTK) pada Sabtu (28/9).
Adapun diskusi tersebut menghadirkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin; mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko; hingga Refly Harun.
Juga Said Didu; Brigjen (Purn) Hidayat Poernomo; mantan Menag dan Wakil Panglima TNI, Jenderal (Purn) Fachrurozi; Syafril Sofyan; Abraham Samad; Chusnul Mariyah; Rizal Fadhilah, dan beberapa lainnya.
Serta, hadir pula para diaspora Indonesia dari enam benua seperti Amerika, Eropa, Australia, Asia, dan Afrika.
Baca Juga: Diserahkan Langsung Panglima TNI, Jokowi Terima Brevet Kehormatan Hiu Kencana
Tak lama kemudian, sejumlah orang tak dikenal tersebut merangsek masuk ke lokasi acara hingga mencabut spanduk sampai berteriak-teriak. Padahal agenda diskusi belum dimulai.
Sontak, aksi anarkisme ini pun tak terbendung. Mereka berteriak dan mengancam agar acara yang digagas Forum Tanah Air (FTA) ini segera bubar.
Massa yang diduga bayaran hingga premanisme ini merusak backdrop dan banner, hingga layar infocus, kursi, mikrofon, kamera, dan beberapa barang lainnya.
Tindakan anarkisme ini pun mendapat kecaman dari para tokoh dan aktivis yang hadir. Salah satunya disampaikan Din Syamsuddin yang menilai tindakan anarkisme tersebut sangat memalukan.
"Ini kejahatan demokrasi dan anarkisme. Mereka mengganggu kehidupan kebangsaan kita," tegas Din.
"Polisi tidak berfungsi sebagai pelindung dan pengayom rakyat, mereka diam saja. Saya protes keras terhadap polisi yang berdiam diri pada spanduk pendemo," tegasnya.
Baca Juga: Jadwal Pendaftaran PPPK 2024 Resmi BKN, Disertai Tahapan Seleksi Perlu Diketahui Honorer
Sementara itu, mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko menilai tindakan premanisme ini makin menciderai ruang demokrasi.
“Terlihat pemerintah tidak hadir, contohnya pagi ini ada penyerangan secara bar-bar, dan apakah polisi bisa menangkap mereka? Saya tunggu polisi mengusut kelakuan brutal tadi, karena ada tiga orang satpam juga dipukuli,” kritiknya.***
Artikel Terkait
Pihak BKN Sebutkan Penyebab Batalnya Pengumuman Pendaftaran PPPK 2024 Hari Ini
Suasana Rapat KPU Terlihat Mewah dan Megah Berhasil Mengalahkan Pemimpin Dunia
Albania Umumkan Rencana Menciptakan Negara Mikro Muslim Mirip Vatikan
Gegara Stiker Sekolah Hilang, Seorang Ibu Cambuk dan Pukul Anak Perempuannya Berusia 6 Tahun
Intip Harta Kekayaan 3 Paslon Calon Gubernur Kalbar 2024, Ada Sutarmidji Ria Norsan dan Muda Mahendrawan
Intip Harta Kekayaan 3 Paslon Calon Wakil Gubernur Kalbar 2024, Ada Didi Haryono Krisantus Kurniawan dan Jakius Sinyor
Review Film Hellboy The Crooked Man (2024), Reboot Seharusnya Berpotensi Menjadi Ampas Bulan Ini
Viral Video Dua Pelajar Bersetubuh Dalam Ruang Kelas SD di Demak, Sempat Ditonton Teman-temannya
Dee Company Bakal Garap Film Jembatan Shiratal Mustaqim Karya Bounty Umbara, Coming Soon 2025
Bocoran Isi Gambar Manga Jujutsu Kaisen Chapter 272 Kualitas HD
Spoiler Jujutsu Kaisen Chapter 272: Akhir Masih Sulit Untuk Dimengerti