Diskusi Kebangsaan Din Syamsuddin Soenarko dan Refly Harun Rusuh, Dugaan Kelompok OTK Bayaran

- Sabtu, 28 September 2024 | 19:10 WIB
Diskusi Diaspora di Grand Kemang Jakarta, Sabtu (28/9) dibubarkan sejumlah preman (Ist)
Diskusi Diaspora di Grand Kemang Jakarta, Sabtu (28/9) dibubarkan sejumlah preman (Ist)

KALIMANTAN UPDATE - Diskusi kebangsaan yang digelar para diaspora Indonesia bersama sejumlah tokoh dan aktivis di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan rusuh disebabkan orang tak dikenal (OTK) pada Sabtu (28/9).

Adapun diskusi tersebut menghadirkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin; mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko; hingga Refly Harun.

Juga Said Didu; Brigjen (Purn) Hidayat Poernomo; mantan Menag dan Wakil Panglima TNI, Jenderal (Purn) Fachrurozi; Syafril Sofyan; Abraham Samad; Chusnul Mariyah; Rizal Fadhilah, dan beberapa lainnya.

Serta, hadir pula para diaspora Indonesia dari enam benua seperti Amerika, Eropa, Australia, Asia, dan Afrika. 

Baca Juga: Diserahkan Langsung Panglima TNI, Jokowi Terima Brevet Kehormatan Hiu Kencana

Tak lama kemudian, sejumlah orang tak dikenal tersebut merangsek masuk ke lokasi acara hingga mencabut spanduk sampai berteriak-teriak. Padahal agenda diskusi belum dimulai.

Sontak, aksi anarkisme ini pun tak terbendung. Mereka berteriak dan mengancam agar acara yang digagas Forum Tanah Air (FTA) ini segera bubar.

Massa yang diduga bayaran hingga premanisme ini merusak backdrop dan banner, hingga layar infocus, kursi, mikrofon, kamera, dan beberapa barang lainnya.

Baca Juga: Pasbata Jokowi Sebut Roy Suryo Menghina Lambang Negara Imbas Klaim Akun Fufufafa Adalah Gibran dan Melaporkan ke Bareskrim Polri

Tindakan anarkisme ini pun mendapat kecaman dari para tokoh dan aktivis yang hadir. Salah satunya disampaikan Din Syamsuddin yang menilai tindakan anarkisme tersebut sangat memalukan.

"Ini kejahatan demokrasi dan anarkisme. Mereka mengganggu kehidupan kebangsaan kita," tegas Din.

"Polisi tidak berfungsi sebagai pelindung dan pengayom rakyat, mereka diam saja. Saya protes keras terhadap polisi yang berdiam diri pada spanduk pendemo," tegasnya.

Baca Juga: Jadwal Pendaftaran PPPK 2024 Resmi BKN, Disertai Tahapan Seleksi Perlu Diketahui Honorer

Sementara itu, mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko menilai tindakan premanisme ini makin menciderai ruang demokrasi.

“Terlihat pemerintah tidak hadir, contohnya pagi ini ada penyerangan secara bar-bar, dan apakah polisi bisa menangkap mereka? Saya tunggu polisi mengusut kelakuan brutal tadi, karena ada tiga orang satpam juga dipukuli,” kritiknya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Rmol

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Apa Perbedaan G30S, G30 S PKI, Gestapu dan Gestok?

Minggu, 29 September 2024 | 11:34 WIB
X