KALIMANTAN UPDATE - Partai Komunis Indonesia atau biasa dikenal dengan sebutan PKI pernah menjadi salah satu partai berpengaruh dan memiliki suara terbesar sepanjang perjalanannya berdiri di Indonesia.
Meskipun memiliki dukungan kuat dari Presiden Soekarno beserta beberapa petinggi lainnya, sepanjang berdirinya PKI memiliki sejumlah konflik dengan Partai Islami hingga TNI pada masanya.
Partai ini juga semakin besar namanya lantaran beberapa pemberontakan yang pernah mereka dalangi.
Baca Juga: Lengsernya Kekuasaan Soekarno: Efek Perang Dingin, CIA Hingga PKI
Terlepas dari itu semua, mari kenali sedikit berdirinya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang lahir pada pada tanggal 23 Mei 1920 dalam zaman imperialisme, setelah di Indonesia ada kelas Buruh dan dibentuknya Indonesische Sociaal Democratsche Vereniging ( ISDV ) yang didirikan oleh tokoh sosialis Belanda, Henk Sneevliet.
Berdirinya Partai berlambang palu arit merah ini tentu memiliki sebab, yakni untuk melawan kapitalisme yang berkembang pesat di Indonesia. PKI adalah partai politik yang terbentuk dan berkembang pada masa Pergerakan Nasional di Indonesia.
Menurut D. N Aidit ( 1955 : 9-10 ) tentang Perkembangan Partai dalam bukunya tentang Lahirnya dan perkembangan PKI mengatakan: "Bahwa lahirnya PKI didahului oleh berdirinya serikat buruh-buruh dan ISDV dapat direrangkan sebagai berikut:
Baca Juga: Apa Perbedaan G30S, G30 S PKI, Gestapu dan Gestok?
Dalam tahun 1905 berdiri serikat buruh kereta api yang bernama SS-Bond. Dalam tahun 1908 berdiri VSTP (Verenigingen van Spoor en Tram Personeel), suatu serikat buruh kereta api yang militant. Tetapi kemajuan kesadaran klas buruh Indonesia sudah menghendaki organisasi yang tidak hanya membatasi diri pada perjuangan serikat buruh.
Bulan Mei 1914 di Semarang berdirilah ISDV, organisasi politik yang menghimpun intelektual-intelektual revolusioner Indonesia dan Belanda yang bertujuan menyebarkan Marxisme dikalangan kaum buruh dan Rakyat Indonesia. ISDV inilah yang pada tanggal 23 Mei 1920 meleburkan diri menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).
Sejarah berdirinya Partai Komunis Indonesia atau yang dikenal dengan PKI ini sudah terjadi sejak kolonial Belanda. Ada bnyak tokoh atau pemimpin Indonesia yang pada saat itu bekerja sama baik dengan partai sosialis yang berkembang di Belanda.
Sejak awal berdiri langkah yang diambil oleh partai ini adalah mengkampanyekan peningkayan standart hidup rakyat Indonesia agar benar-benar hidup mandiri. Berdirinya PKI disambut hangat oleh kaum buruh, kaum tani serta golongan rakyat lainnya. Selain itu PKI juga mendapat sambutan dari kalangan tentara, sehingga perkembangannya sangat cepat. (D. N Aidit 1955 : 12 )."
Dalam waktu yang singkat kaum komunis sudah mempunyai pengaruh yang besar dalam persatuan pergerakan kaum buruh. Ini merupakan permulaan yang baik dalam pergerakan buruh.
Sebenarnya pada awalnya ISDV sulit berkembang di Indonesia. Karena orang-orang menganggap bahwa ISDV merupakan organisasi bangsa asing. Selain itu kurangnya pemahaman masyarakat tentang tujuan ISDV serta kurangnya sumber daya manusia pada waktu itu. Cara yang ditempuh agar bisa di kenal banyak orang yaitu dengan cara
menggabungkan diri dengan Serikat Islam ( SI ).
Artikel Terkait
Ingin Gunakan Nuklir Untuk Peringati Ukraina dan Barat, Xi Jinping Minta Putin Tetap Tenang
Israel Bantah Adanya Gencatan Senjata dan Akan Terus Serang Lebanon, Korban Jiwa Dilaporkan Ratusan Orang
Tampil Ala Hollywood Klasik, Rose BLACKPINK Sukses Curi Perhatian
Sempat Dipopulerkan Lisa BLACKPINK dan Jadi Tren, Perusahaan Labubu Dikabarkan Terafiliasi Dengan Israel?
Pihak BKN Sebutkan Penyebab Batalnya Pengumuman Pendaftaran PPPK 2024 Hari Ini
Suasana Rapat KPU Terlihat Mewah dan Megah Berhasil Mengalahkan Pemimpin Dunia
Albania Umumkan Rencana Menciptakan Negara Mikro Muslim Mirip Vatikan
Gegara Stiker Sekolah Hilang, Seorang Ibu Cambuk dan Pukul Anak Perempuannya Berusia 6 Tahun
Intip Harta Kekayaan 3 Paslon Calon Gubernur Kalbar 2024, Ada Sutarmidji Ria Norsan dan Muda Mahendrawan
Intip Harta Kekayaan 3 Paslon Calon Wakil Gubernur Kalbar 2024, Ada Didi Haryono Krisantus Kurniawan dan Jakius Sinyor