Mitos Kekejaman Gerwani Ikut Terlibat Bersama PKI Dalam G30S dan Propaganda Orde Baru

- Senin, 30 September 2024 | 18:11 WIB
Ilustrasi Tarian Harum Bunga yang dituduhkan kepada Gerwani. ( tangkapan layar youtube SEJARH SERU)
Ilustrasi Tarian Harum Bunga yang dituduhkan kepada Gerwani. ( tangkapan layar youtube SEJARH SERU)

KALIMANTAN UPDATE - Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) sempat pada masanya dahulu menjadi alat propaganda, fitnah dan digambarkan banyak melakukan hal negatif lainnya.

 

Diawetkan dalam banyak sarana, seperti relief monumen pancasila, surat kabar, dan cerita yang disebarkan dari mulut ke mulut. Sehingga membentuk mitos yang sulit dibantahkan.

Jika kita memiliki perspektif postmodernisme, kita tidak akan menelan bulat-bulat apa yang telah disuguhkan terkait Gerwani. Kita akan coba melucuti dengan mengkritisinya.

Baca Juga: 11 Deretan Film Tentang Tragedi PKI Sebagai Sejarah Kelam Pernah Dimiliki Indonesia

Sebelum G30S, citra Gerwani sangat berkebalikan. Selain memperjuangkan hak wanita dan anak-anak, Gerwani juga tidak menutup mata dalam aspek kemanusiaan, perpolitikan, pertanian, dan lain sebagainya.

Namun pada G30S, Gerwani sempat dituduh terlibat langsung dalam pembunuhan Jenderal bersama PKI. Hal ini karena Gerwani dan PKI kerap bekerja sama karena keduanya memiliki kemiripan visi, misi, dan ide.

Inilah yang menyebabkan Gerwani dianggap sebagai organisasi kerabat PKI. Sehingga meskipun tidak ada di lokasi saat tragedi G30S, para Gerwani di penjuru Indonesia terseret praharanya.

Baca Juga: Apa Perbedaan G30S, G30 S PKI, Gestapu dan Gestok?

Histeria massal terhadap Gerwani menjalar ke seluruh Indonesia setelah tersebar propaganda dari media dan penguasa.

Oleh Soeharto, Gerwani dan Pemuda Rakyat secara tidak langsung dituduh sebagai komplotan PKI yang terlibat dalam pembunuhan para Jenderal (Marta, 2018).

Harian Angkatan Bersendjata dan Berita Yudha menganggap perempuan Gerwani sebagai sosok yang keji.

Baca Juga: Lengsernya Kekuasaan Soekarno: Efek Perang Dingin, CIA Hingga PKI

Mereka dituduh menyiksa para jenderal sebelum dimasukkan ke sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Pondok Gede. Mulai melakukan tarian “harum bunga” sambil telanjang dan memotong organ vital para jenderal.

Namun, sejarawan Ben Anderson membantah tuduhan itu. Ia mengungkapkan laporan visum dokter atas jenazah para korban. Dalam resume penelitian tim dokter yang diketuai Brigjen TNI dr Roebiono Kertapati, tercatat bahwa tidak ada kemaluan korban yang disayat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Apa Perbedaan G30S, G30 S PKI, Gestapu dan Gestok?

Minggu, 29 September 2024 | 11:34 WIB

Bersiap Hadapi Proxy War, Matra Siber TNI Bakal Dibentuk

Kamis, 26 September 2024 | 08:54 WIB
X