KALIMANTAN UPDATE - Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) sempat pada masanya dahulu menjadi alat propaganda, fitnah dan digambarkan banyak melakukan hal negatif lainnya.
Diawetkan dalam banyak sarana, seperti relief monumen pancasila, surat kabar, dan cerita yang disebarkan dari mulut ke mulut. Sehingga membentuk mitos yang sulit dibantahkan.
Jika kita memiliki perspektif postmodernisme, kita tidak akan menelan bulat-bulat apa yang telah disuguhkan terkait Gerwani. Kita akan coba melucuti dengan mengkritisinya.
Baca Juga: 11 Deretan Film Tentang Tragedi PKI Sebagai Sejarah Kelam Pernah Dimiliki Indonesia
Sebelum G30S, citra Gerwani sangat berkebalikan. Selain memperjuangkan hak wanita dan anak-anak, Gerwani juga tidak menutup mata dalam aspek kemanusiaan, perpolitikan, pertanian, dan lain sebagainya.
Namun pada G30S, Gerwani sempat dituduh terlibat langsung dalam pembunuhan Jenderal bersama PKI. Hal ini karena Gerwani dan PKI kerap bekerja sama karena keduanya memiliki kemiripan visi, misi, dan ide.
Inilah yang menyebabkan Gerwani dianggap sebagai organisasi kerabat PKI. Sehingga meskipun tidak ada di lokasi saat tragedi G30S, para Gerwani di penjuru Indonesia terseret praharanya.
Baca Juga: Apa Perbedaan G30S, G30 S PKI, Gestapu dan Gestok?
Histeria massal terhadap Gerwani menjalar ke seluruh Indonesia setelah tersebar propaganda dari media dan penguasa.
Oleh Soeharto, Gerwani dan Pemuda Rakyat secara tidak langsung dituduh sebagai komplotan PKI yang terlibat dalam pembunuhan para Jenderal (Marta, 2018).
Harian Angkatan Bersendjata dan Berita Yudha menganggap perempuan Gerwani sebagai sosok yang keji.
Baca Juga: Lengsernya Kekuasaan Soekarno: Efek Perang Dingin, CIA Hingga PKI
Mereka dituduh menyiksa para jenderal sebelum dimasukkan ke sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Pondok Gede. Mulai melakukan tarian “harum bunga” sambil telanjang dan memotong organ vital para jenderal.
Namun, sejarawan Ben Anderson membantah tuduhan itu. Ia mengungkapkan laporan visum dokter atas jenazah para korban. Dalam resume penelitian tim dokter yang diketuai Brigjen TNI dr Roebiono Kertapati, tercatat bahwa tidak ada kemaluan korban yang disayat.
Artikel Terkait
Bermain Imbang Lawan Yaman, Indonesia Unggul Poin dan Berhasil Kantongi Tiket ke Putaran Final AFC U20 2025
Review Film Sumala (2024), Eksekusi Yang Ternyata Masih Banyak Kekurangan Tapi Tak Terlalu Buruk Hingga Akhir Isi Ceritanya
Review Film Oddity (2024), Dieksekusi Bikin Tak Mengecewakan dan Berpotensi Jadi Horor Terbaik Bulan Ini
11 Deretan Film Tentang Tragedi PKI Sebagai Sejarah Kelam Pernah Dimiliki Indonesia
Usai Klaim Telah Habisi Hassan Nasrallah, Israel Umumkan Sudah Bunuh Pimpinan Lainnya Nabil Kaouk
Mengenal BlueBird Nordic Airlines Indonesia, Maskapai Baru Resmi Mengudara Perdana
Pernah Tipu Puluhan Juta, TNI AL Gadungan Ini Berhasil Diamankan Saat Terciduk Berada di Monas
Viral Video Erin Bugis Mobil Brio Jadi Buruan Netizen, Ada Klaim Editan Hingga Asli?
Dugaan Data MyPertamina Digunakan Orang Lain, Pengemudi Mobil Gagal Isi Pertalite
Kesal dan Tak Terima Pacarnya Dilecehkan, Pria Aniaya Korban Hingga Meninggal Dunia