Hari Bela Negara Diperingati Setiap 19 Desember, Berikut Sejarah dan Tema

- Selasa, 17 Desember 2024 | 19:20 WIB
FREE Download CDR Desain Spanduk MMT Banner Peringatan Hari Bela Negara 2024 Siap Edit CorelDRAW X7 (Asifba)
FREE Download CDR Desain Spanduk MMT Banner Peringatan Hari Bela Negara 2024 Siap Edit CorelDRAW X7 (Asifba)

KALIMANTAN UPDATE - Hari Bela Negara (HBN) merupakan hari bersejarah yang diperingati setiap 19 Desember oleh masyarakat Indonesia.

Peringatan ini dipicu oleh Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan terjadinya kekosongan kekuasaan di Indonesia. Kekosongan kekuasaan ini kemudian mendorong pembentukan pemerintahan sementara yang dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Pembentukan PDRI ini dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan dan membela kedaulatan Indonesia

Baca Juga: Indonesia Masters 2025 Akan Segera Digelar di Istora Senayan, Berikut Harga Tiket dan Cara Pembelian

Perayaan Hari Bela Negara ke-76 kali ini mengusung tema "Gelorakan Beda Negara untuk Indonesia Maju".

 

Sejarah Hari Bela Negara

Mengutip laman Kementerian Pertahanan RI, Hari Bela Negara dipicu oleh Deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang terjadi pada 19 Desember 1948 di Sumatera Barat.

PDRI adalah pemerintahan sementara yang dibentuk dalam rangka menyelamatkan legitimasi konstitusional Indonesia, setelah presiden dan wakilnya ditawan pada Agresi Militer Belanda II.

Baca Juga: Anak Bos Roti Pelaku Penganiayaan Terhadap Karyawati Berhasil Diamankan Polisi, Ternyata Lokasi Pelariannya Dibocorkan Ibunya

Penawanan ini mengakibatkan terjadinya kekosongan kekuasaan di Indonesia. Akhirnya, Mr Syafruddin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran menginisiasi pembentukan "Pemerintahan Darurat" di Sumatera Barat pada 19 Desember 1948.

Dilansir dari Kemdikbud, pembentukan PDRI ini dilakukan setelah Syafruddin diberikan mandat oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh Hatta sesaat sebelum mereka ditangkap oleh Belanda.

PDRI memiliki beberapa tujuan, di antaranya menjalankan pemerintahan sementara, melanjutkan perang melawan Belanda, dan memupuk semangat perjuangan rakyat dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Baca Juga: Usai Juarai AFF Womens Cup 2024, Tim Garuda Pertiwi Naik ke Posisi 97 di Peringkat FIFA

Berkat peran PDRI dalam mempertahankan dan membela kedaulatan negara, Indonesia akhirnya berhasil menumpaskan Agresi Militer Belanda II yang ditandai dengan Perjanjian Roem-Royen pada 1 Juli 1949.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: DetikEdu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X