Baru Bekerja Selama 4 Bulan, Karyawan Akuntan EY Meninggal Dunia Akibat Beban Kerja Berlebihan

- Senin, 23 September 2024 | 13:03 WIB
Ilustrasi: Karyawan loyal sering jadi sasaran untuk melakukan pekerjaan tambahan. (Freepik)
Ilustrasi: Karyawan loyal sering jadi sasaran untuk melakukan pekerjaan tambahan. (Freepik)

KALIMANTAN UPDATE - Seorang karyawan Akuntan berusia 26 tahun di India meninggal dunia diduga akibat beban kerja yang sangat berat.

Dimana kabar itu diungkapkan melalui surat tang ditulis oeh ibu kandung karyawan tersebut.

Melansir dari Hindustan Times, karyawan firma konsultan multinasional Ernst & Young (EY), Anna Sebastian Perayil meninggal dunia diduga akibat dibebani dengan pekerjaan yang sangat berat saat baru diterima kerja di perusahaan.

Menurut surat yang diberikan kepada ibunya, Anita Augustine, Anna ternyata baru empat bulan bergabung dengan EY sebagai akuntan.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Trunojoyo Lakukan Penganiayaan Terhadap Pacarnya Sendiri, Warganet Desak Usut Tuntas Pelaku

Anita menyebut bahwa Anna bergabung dengan EY pada 19 Maret 2024. Lalu, ia meninggal dunia pada 20 Juli 2024 alias dalam empat bulan setelah bekerja di perusahaan.

Dalam suratnya, ibu Anna mengklaim bahwa EY adalah perusahaan pertama bagi karier Anna dan ia sangat senang karena dapat bergabung dengan perusahaan tersebut.

Namun hanya dalam waktu empat bulan, Anna menyerah dengan "beban kerja yang sangat berat". 

Menurut Anita, Anna selalu bekerja hingga larut malam, selalu pulang dalam keadaan super lelah hampir setiap hari, dan dibebani dengan pekerjaan yang sangat berat sebagai karyawan baru.

Baca Juga: Dugaan Gegara Puntung Rokok, Area Sekitar Istana Garuda di IKN Alami Kebakaran

"Anna adalah siswa berprestasi di sekolah dan perguruan tinggi, unggul dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan lulus ujian CA dengan pujian. Dia bekerja tanpa lelah di EY hingga mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memenuhi tuntutan yang diberikan kepadanya," kata Anita dalam surat yang diberikan kepada pimpinan EY, dikutip Jumat (20/9/2024).

"Namun, beban kerja, lingkungan baru, dan jam kerja yang panjang membebani Anna secara fisik, emosional, dan mental," sambung Anita.

Dilaporkan, Anna diminta perusahaan untuk tetap bertahan karena ada beberapa karyawan EY yang mengundurkan diri akibat beban kerja yang berlebihan. Bahkan, Anna diminta untuk bertahan demi memulihkan nama baik perusahaan.

Melalui suratnya, Anita menyebut bahwa perusahaan dan manajernya tidak menunjukkan perhatian kepada karyawan baru yang baru pindah dari kampung halaman dan sedang berjuang untuk beradaptasi di kota baru yang lingkungannya tidak dikenali.

Baca Juga: IShowSpeed Banyak Promosi Indonesia ke Dunia, Netizen Malaysia Jadi Iri

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Topan Yagi Sempat Hantam China dan Filipina

Rabu, 11 September 2024 | 19:31 WIB
X