Misteri Tewasnya Afif Maulana Masih Berlanjut: Mulai Rekaman CCTV Terhapus Hingga Desakan Copot Kapolda Sumbar

- Rabu, 3 Juli 2024 | 18:43 WIB
Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono saat jumpa pers di Padang pada Minggu, 30 Juni 2024 (Istimewa/jangkauindonesia.com)
Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono saat jumpa pers di Padang pada Minggu, 30 Juni 2024 (Istimewa/jangkauindonesia.com)

KALIMANTAN UPDATE - Misteri tewasnya Afif Maulana masih berlanjut, dimana banyak pihak masih merasa tak percaya penyebab kematian Afif hanya disebabkan melompatkan diri dari jembatan saja.

Usai terungkap sejumlah anggota Polisi didapati sempat aniaya Afif dan sejumlah remaja lainnya, hingga berlanjut Afif kehilangan nyawa.

Kini banyak masyarakat ingin meminta kasus ini terus berlanjut dan transparansi, karena sampai saat ini masih terdapat cukup banyak kejanggalan.

Dan belakangan beredar kabar bahwa sempat rekaman CCTV di Polsek Kuranji diduga berisikan sejumlah polisi melakukan penganiayaan hingga penyiksaan terhadap sejumlah pelajar, termaksud Afif Maulana terhapus.

Baca Juga: 17 Anggota Polisi Terbukti Langgar Kode Etik Saat Atasi Belasan Remaja di Sumbar, Salah Satu Terkait Afif Maulana

Menanggapi hal itu, Kapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono menyatakan kamera CCTV di Polsek Kuranji ada dan tidak rusak. Namun, rekamannya sudah terhapus.

"CCTV tidak rusak, tidak rusak, ada tetapi daya tampungnya untuk menyimpan hanya 11 hari," kata Suharyono dalam konferensi pers yang digelar Minggu (30/6).

 

Suharyono menerangkan berdasarkan keterangan para ahli CCTV di Polsek Kuranji hanya punya ruang penyimpanan 1 terabyte (TB) atau hanya mampu menyimpan rekaman selama 11 hari.

 

Sementara, rekaman CCTV di Polsek Kuranji baru dibuka atau dicek oleh ahli pada 23 Juni atau sudah lebih 15 hari setelah kejadian.

Baca Juga: Usai Dinikahi Secara Diam-diam Oknum Pengurus Ponpes di Lumajang, Ternyata Santriwati Sempat Diancam Hingga Tak Dinafkahi

"Andai kata dibuka itu sebelum hari kesebelas atau tepat hari kesebelas masih tersimpan, tetapi daya kemampuan menyimpan hanya sampai hari kesebelas, sehingga tertimpa dengan informasi yang lain yang bisa terekam di CCTV itu, sehingga saat dibuka oleh ahli yang terekam itu ya sudah bertumpuk dengan kejadian setelah itu," ucap Suharyono.

Suharyono menegaskan penyebab utama kematian Afif murni dikarenakan melompat ke sungai, bukan akibat penyiksaan anggota. Suharyono menyebut pada saat kejadian, Afif diduga ikut tawuran dan kabur saat dibubarkan tim Sabhara Polda Sumbar hingga terjun ke sungai.

"Saat di TKP di Jembatan Kuranji, sepeda motor yang dibawa Aditia yang membonceng Afif terjatuh. Dan memang jatuh, dan memang ditendang anggota kami dua orang. Sudah kami periksa anggotanya. Jatuh di titik satu sampai lima (sisi kiri jembatan), jadi memang kencang laju sepeda motornya," ujar Suharyono.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Kompas, CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X