Kisah YouTuber Asal Denmark Bantu Perbaikan Jembatan dan Rumah Warga di Wakatobi Gunakan Adsense

- Kamis, 27 Juni 2024 | 10:59 WIB
Kristian Hansen, WNA Denmark yang melakukan renovasi di desa Sampela, Wakatobi (Instagram/thekristianhansen)
Kristian Hansen, WNA Denmark yang melakukan renovasi di desa Sampela, Wakatobi (Instagram/thekristianhansen)

KALIMANTAN UPDATE - Kristian Hansen seorang YouTuber dan traveler motor asal Denmark, mendapatkan pujian dari masyarakat Indonesia atas aksinya memperbaiki jembatan rusak di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Hansen telah berkeliling Indonesia selama dua tahun terakhir, lalu tergerak untuk memperbaiki jembatan yang tidak aman bagi warga Suku Bajo setibanya di Wakatobi.

Melihat kondisi jembatan yang memprihatinkan di Kampung Terapung Sampela, Hansen segera menggalang donasi melalui Instagram.

Baca Juga: Profil dan Biodata 3 Pemain Naturalisasi Baru Memperkuat Tim Garuda Pertiwi

Dalam waktu 24 jam, ia berhasil mengumpulkan Rp75 juta dari para pengikutnya. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan-bahan seperti kayu dan perkakas lainnya. Selain memperbaiki jembatan, Hansen juga berhasil memperbaiki sejumlah rumah warga.

Youtuber dan traveler asal Denmark, Kristian Hansen, galang dana untuk perbaiki jembatan di Desa Suku Bajo.
Youtuber dan traveler asal Denmark, Kristian Hansen, galang dana untuk perbaiki jembatan di Desa Suku Bajo. (Foto: Instagram @thekristianhansen)
Hansen mengetahui bahwa jembatan di desa tersebut menjadi tanggung jawab pemilik rumah di depannya, namun banyak penduduk yang sedang kesulitan ekonomi sehingga tidak mampu memperbaikinya.

Melalui unggahan di Instagram, Hansen menyampaikan rasa terima kasihnya kepada lebih dari 300 orang yang menyumbang dan membantu mewujudkan perbaikan tersebut.

Baca Juga: KPK Bongkar Telkom Lakukan Korupsi Sekitar Rp200 Miliar, Masih Ada Kasus Lainnya Diselidiki

"Rp75.000.000! Ketika saya pertama kali tiba di desa Bajo Sampela, saya langsung menyadari bahwa jembatan di seluruh desa terapung ini dalam kondisi yang sangat buruk. Jadi pada malam pertama saya di sana, saya memanggil pengikut setia saya dan mereka mendengar saya dengan lantang dan jelas. Tidak ada gaji yang dibayar, tetapi mereka melakukannya untuk 'Gotong royong'." tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Unggahan tersebut menuai berbagai pujian dan takjub dari netizen dari berbagai seluruh daerah di Indonesia.

Bahkan tak sedikit pula turut menyenggol dan memberikan kritikan pedas terhadap kinerja pemerintah.***

 

Editor: Syaifullah

Sumber: radarupdate.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X