KALIMANTAN UPDATE - Misteri tewasnya Afif Maulana masih berlanjut, dimana banyak pihak masih merasa tak percaya penyebab kematian Afif hanya disebabkan melompatkan diri dari jembatan saja.
Usai terungkap sejumlah anggota Polisi didapati sempat aniaya Afif dan sejumlah remaja lainnya, hingga berlanjut Afif kehilangan nyawa.
Kini banyak masyarakat ingin meminta kasus ini terus berlanjut dan transparansi, karena sampai saat ini masih terdapat cukup banyak kejanggalan.
Dan belakangan beredar kabar bahwa sempat rekaman CCTV di Polsek Kuranji diduga berisikan sejumlah polisi melakukan penganiayaan hingga penyiksaan terhadap sejumlah pelajar, termaksud Afif Maulana terhapus.
Menanggapi hal itu, Kapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono menyatakan kamera CCTV di Polsek Kuranji ada dan tidak rusak. Namun, rekamannya sudah terhapus.
"CCTV tidak rusak, tidak rusak, ada tetapi daya tampungnya untuk menyimpan hanya 11 hari," kata Suharyono dalam konferensi pers yang digelar Minggu (30/6).
Suharyono menerangkan berdasarkan keterangan para ahli CCTV di Polsek Kuranji hanya punya ruang penyimpanan 1 terabyte (TB) atau hanya mampu menyimpan rekaman selama 11 hari.
Sementara, rekaman CCTV di Polsek Kuranji baru dibuka atau dicek oleh ahli pada 23 Juni atau sudah lebih 15 hari setelah kejadian.
"Andai kata dibuka itu sebelum hari kesebelas atau tepat hari kesebelas masih tersimpan, tetapi daya kemampuan menyimpan hanya sampai hari kesebelas, sehingga tertimpa dengan informasi yang lain yang bisa terekam di CCTV itu, sehingga saat dibuka oleh ahli yang terekam itu ya sudah bertumpuk dengan kejadian setelah itu," ucap Suharyono.
Suharyono menegaskan penyebab utama kematian Afif murni dikarenakan melompat ke sungai, bukan akibat penyiksaan anggota. Suharyono menyebut pada saat kejadian, Afif diduga ikut tawuran dan kabur saat dibubarkan tim Sabhara Polda Sumbar hingga terjun ke sungai.
"Saat di TKP di Jembatan Kuranji, sepeda motor yang dibawa Aditia yang membonceng Afif terjatuh. Dan memang jatuh, dan memang ditendang anggota kami dua orang. Sudah kami periksa anggotanya. Jatuh di titik satu sampai lima (sisi kiri jembatan), jadi memang kencang laju sepeda motornya," ujar Suharyono.
Artikel Terkait
Mengenal Audrey Davis Jadi Trending Topic di Media Sosial, Sosok Putri David Bayu Naif Diduga Sebagai Wanita Dalam Video Syur
Zhang Zhi Jie Meninggal Dunia Karena Kolaps Jelang Pertandingan di Yogyakarta, Netizen China Beri Kritikan Pedas Pada Wasit dan Regulasi Pertandingan
Mengenal Clash of Champions Viral di Media Sosial, Acara Ruangguru Berformat Game Show Kian Banyak Diminati
YesCoin Game Telegram Bisa Hasilkan Cuan, Berikut Cara Memainkannya
Usai Viral Video Selebgram Medan Cut Melisa Kecewa Dipersulit Petugas Counter Check in Saat Bertolak ke Thailand, AirAsia Buka Suara
Harapan Kepada Anak Muda di Indonesia Belajar Tentang Demokrasi Dari Soekarno, Ganjar: Bung Karno Tak Pernah Bicara Kepentingan Pribadi dan Keluarga
Misteri Kebakaran Rumah Wartawan Usai Gencar Beritakan Perjudian, Total Korban Jiwa Berjumlah Empat Orang
Sukses Belakangan di Sutradara Hingga Penulis Buku, Koo Hye Sun Kini Resmi Jadi Mahasiswi S2 KAIST University
Penampakan Pocong Berdiri Diatas Bak Mobil di Gunungkidul Viral di Media Sosial, Ternyata
Hadirkan Properti di E-Commerce, Perumnas Berkolaborasi Dengan Blibli
Viral Swedia Jual Tanah Kavling Rp1.500 per Meter, WNA Boleh Membeli
Viral Gereja di Meksiko Jual Sebidang Tanah di Surga Rp 1,6 Juta Per Meter Persegi
Zodiak Hari Ini, 3 Juli 2024 Lengkap: Tak Perlu Khawatir Soal Keuangamu Saat Ini Leo, Waktu Tepat Untuk Berbelanja Virgo
Sebelum Pilkada Anies Berkeinginan Bertemu Prabowo, Partai Demokrat Beri Tanggapan