Mendagri Tito Karnavian: Jangan Iri Yang Nginep di Hotel Nusantara IKN, Ikut Pilkada dan Jadi Gubernur Dulu

- Rabu, 14 Agustus 2024 | 09:21 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (Instagram/titokarnavian)
Mendagri Tito Karnavian. (Instagram/titokarnavian)

KALIMANTAN UPDATE - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat rapat bersama Gubernur, Walikota dan Bupati di Istana Garuda IKN, Kalimantan Timur pada hari Selasa (13/8/2024) memberikan sejumlah pengarahan hingga candaan.

Eks Kapolri ini juga sempat dalam memberikan candaan soal Bupati/Walikota tidak merasa iri dengan Gubernur yang menginap di IKN.

Ia juga menambahkan jika menginginkannya harus ikut Pilkada terlebih dahulu, dan berusaha naik untuk menjadi Gubernur.

Baca Juga: Perkuat Fungsi APIP, Mendagri Tito Karnavian Terus Tunjukkan Komitmen Kuat Cegah dan Berantas Korupsi di Pemerintahan Daerah

 

Tito bilang, bupati dan wali kota harus menjadi gubernur dulu untuk menginap di Hotel Nusantara IKN.

"Tadi kami sampai bercanda dan kami sampaikan kepada bupati/wali kota jangan iri dengan Pak Gubernur, yang nginep di Hotel Nusantara karena silakan ikut Pilkada dulu baru naik gubernur, begitu Pak," kata Tito dalam acara tersebut, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.

Tito menuturkan, para bupati dan wali kota berangkat sekitar pukul 06.00 WITA dari Balikpapan. Pihaknya sudah menyiapkan kendaraan untuk pertemuan kepala daerah bersama Presiden Jokowi hari ini.

Baca Juga: Jokowi Terkejut Ada APBD Digunakan Secara Tidak Jelas Hingga Kepentingan Politik, Padahal Bisa Untuk Program Kesehatan dan Pendidikan

"Rekan-rekan bupati dan wali kota semua menginap di Balikpapan dan tadi pagi jam 6 berangkat dari Balikpapan yang sudah kami siapkan kendaraannya. Dan pagi ini langsung tiba di sini langsung ke Sumbu Kebangsaan," ucap Tito.

Lebih lanjut Tito mengungkap, jumlah kepala daerah yang hadir mencapai 517 orang. Sebanyak 35 di antaranya tidak hadir dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di IKN.

Diketahui saat ini, terdapat 552 kepala daerah di seluruh Indonesia, terdiri dari 38 orang gubernur, 97 orang wali kota, dan 416 wali kota.

Tito menyampaikan, kepala daerah yang tidak hadir memiliki beberapa alasan, salah satunya Gubernur Kalimantan Selatan yang saat ini tengah sakit dan Gubernur Sumatera Barat yang ibundanya tengah sakit.***

 

Editor: Syaifullah

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X