KALIMANTAN UPDATE - Tepat pada tanggal 17 Agustus 2024, Indonesia memperingati hari kemerdekaan ke 79, dimana selama puluhan tahun memiliki sejarah pilu dan panjang untuk diceritakan.
Salah satunya terkait teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan disertai beberapa fakta-fakta yang mengiringinya.
1. Isi Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Perlu diketahui terdapat dua versi dalam naskah proklamasi. Teks proklamasi dirumuskan oleh tiga tokoh nasional, yaitu Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo. Versi asli ditulis tangan oleh Presiden pertama RI, Ir Soekarno:
"Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, 17-08-05. Wakil2 bangsa Indonesia."
Sementara, terdapat versi baru yang dalam bentuk sudah diketik. Ketika naskah telah disetujui, teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik sebagai berikut:
"Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05. Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta."
2. Naskah Asli Proklamasi Sempat Dibuang
Sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta menjadi tempat pembacaan teks proklamasi. Setelah itu, naskah Proklamasi yang asli tulisan Ir Soekarno sudah tidak dipakai lagi dan sempat dibuang.
2. Seorang Wartawan Menyimpan Naskah Asli Proklamasi
Naskah Proklamasi yang asli tersebut sempat ditemukan dan disimpan oleh seorang wartawan bernama Burhanudin Mohamad Diah (B.M. Diah). Laman Kemendikbud menyebut, naskah asli Proklamasi yang dikira sudah lenyap itu diselamatkan B.M. Diah dan disimpannya selama 48 tahun hingga akhirnya diserahkan kepada Presiden Soeharto pada tahun 1993.
Kala itu, B.M. Diah sudah pensiun dan menginjak usia 75 tahun. Ia lalu menyerahkan naskah asli Proklamasi tersebut melalui Menteri Sekretaris Negara yang kala itu dijabat oleh Moerdiono (1988-1998). Moerdiono pun memberikannya kepada Noerhadi Magetsari (1992-1998), seorang dosen dan arkeolog Indonesia, untuk disimpan di ANRI.
Artikel Terkait
Mengenal Artian 10 Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Diberikan Jokowi ke Sejumlah Tokoh Indonesia
Tak Kuat Menahan Bullying, Peserta Didik PPDS Undip Aulia Risma Lestari Nekat Bunuh Diri
Usai Dituding Main Korupsi, Megawati Soekarnoputri Kesal Dengar Ada Orang Ingin Rampas PDI Perjuangan
Usai Viral Kasus KDRT, Mulai Muncul Tren Marriage is Scary?
Review Film Alien Romulus (2024), Meski Banyak Hal Kurang Dijelaskan dan Menggantung, Seri Franchise Alien Ini Sudah Lebih Baik Ketimbang Sebelumnya
Usai Langgar Etika Angkat Kabinet Eks Narapidana, Srettha Thavisin Resmi Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Perdana Menteri Thailand
Pelaku Sudah Ketangkap, Cut Intan Nabila Dirumorkan Bakal Cabut Laporan dan Gugatan Cerai
6 Rekomendasi Laptop Gaming Terbaik Agustus 2024
Zodiak Hari Ini, 16 Agustus 2024 Lengkap: Kehidupan Cinta Libra Semakin Kuat, Kesehatanmu Tampaknya Lebih Baik Saat Ini Scorpio
Bocoran Isi Gambar Manga Jujutsu Kaisen Chapter 267 Kualitas HD
Spoiler Jujutsu Kaisen Chapter 267: Pertarungan Berlanjut Yuji dan Sukuna
Mengisi Pidato Kenegaraan di MPR DPR RI 2024, Jokowi Minta Izin ke Prabowo Untuk Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Hingga Impian Rakyat Indonesia
Puan Maharani Tegaskan Pentingnya Peranan Perempuan Dalam Pembangunan