• Minggu, 18 Agustus 2024

Deretan Perlombaan 17 Agustus Warisan Zaman Penjajahan, Panjang Pinang Untuk Bahan Olokan dan Hiburan Orang Belanda

- Minggu, 18 Agustus 2024 | 20:04 WIB
Ilustrasi Panjat Pinang (surakarta.go.id)
Ilustrasi Panjat Pinang (surakarta.go.id)

KALIMANTAN UPDATE - Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat Indonesia selalu mengadakan beragam perlombaan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.

Biasanya perlombaan yang tak boleh tertinggal seperti Tarik Tambang, Balap Karung, Makan Kerupuk hingga Panjat Tebing.

Tentu saja perlombaan-perlombaan itu diselenggarakan untuk sebagai hiburan rakyat, yang sudah menjadi tradisi setiap setahun sekali setiap acara 17 Agustus, meskipun tak seharusnya perlombaan itu ada hanya setiap 17 Agustus saja.

Akan tetapi beberapa lomba tersebut juga biasanya dijadikan ide jika HUT di beberapa daerah/kota di Indonesia, kampus, hingga sekolahan dan beberapa lainnya.

Baca Juga: Lomba 17 Agustusan Berubah Jadi Aksi Berbau Pornografi

Namun, tahukah Anda bahwa perlombaan biasanya di acara 17 agustusan ada yang sudah lama di masa penjajahan belanda, lho?

1. Panjat Pinang

Pada umumnya, masyarakat sangat menunggu perlombaan ini karena ada banyak hadiah-hadiah menarik yang digantung di atas puncak batang pinang yang harus dipanjat dulu agar bisa mengambilnya. Di balik serunya perlombaan ini, ternyata perlombaan ini telah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda.

Khususnya setiap tanggal 31 Agustus dalam rangka merayakan ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina. Berbeda dengan dulu, rakyat Indonesia melakukan panjat pinang merupakan bahan perolokkan atau hiburan orang-orang Belanda yang sangat menderita jatuh berkali-kali untuk memanjat batang pinang demi memperebutkan makanan yang berharga seperti beras, roti, pakaian, dan berbagai macam barang pokok lainnya.

Baca Juga: 24 Ide Lomba 17 Agustus Yang Seru dan Menyenangkan Sambut Hari Kemerdekaan RI

2. Egrang

 

Melansir dari suara.com, belum diketahui pasti asal mula permainan tradisional ini ada di Indonesia, namun diyakini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan mendapat pengaruh dari budaya Tiongkok.

Konon, di balik permainan tradisional yang kini meriah diperlombakan saat hari kemerdekaan ini, ternyata menyimpan sejarah yang unik.

Dulu, permainan tradisional ini dimainkan oleh masyarakat Indonesia sebagai bentuk dari memperolok orang-orang Belanda yang mempunyai badan tinggi. Oleh karena itu, ketika mereka memainkan Egrang ini secara tidak langsung mengartikan sedang mengejek orang Belanda yang saat itu menjajah Indonesia.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: beltimnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X