Diperingati Setiap 22 Desember, Berikut Sejarah dan Tema Hari Ibu di Indonesia

- Sabtu, 21 Desember 2024 | 10:56 WIB
Hari Ibu 2024. (istimewa) (freepik.com)
Hari Ibu 2024. (istimewa) (freepik.com)

KALIMANTAN UPDATE - Setiap tanggal 22 Desember diperingati hari Ibu Nasional, dimana tahun ini jatuh pada hari Minggu.

Adapun merujuk pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Hari Ibu ke-96 memiliki tema "Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya, Menuju Indonesia Emas 2045”.

 

 

Tema ini mengandung makna akan pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan masa depan bangsa. Perempuan dalam hal ini bisa diberikan akses yang setara dalam pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan politik untuk membangun Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.

Baca Juga: Viral Video Remaja Diduga Kencingi Ibu Kandung Sendiri, Netizen: Anak Durhaka

Pada hari ibu ini, siapkan diri Anda sebagai anak untuk menghabiskan waktu seharian bersama sang ibu, baik melakukan perjalanan keluarga bersama hingga memasak dan masih banyak lagi.

Sejarah Hari Ibu

Hari Ibu di Indonesia sendiri ada ketika terbit Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Dalam dekrit tersebut menetapkan 22 Desember adalah Hari Ibu di Indonesia.

Tanggal 22 Desember dipilih karena bertepatan pada tanggal pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama di Yogyakarta pada tahun 1928.

Baca Juga: PT PMM Sekap Ibu dan Balita di Kandang Anjing, Dugaan Gegara Suaminya Mencuri Solar

Jauh sebelum Indonesia merdeka, gender perempuan masih dianggap sebagai mahluk yang lemah dan tidak bisa mandiri. Kaum perempuan yang merasa tidak adil akhirnya mulai menyuarakan hak nya. Oleh sebab itu berdirilah berbagai organisasi perempuan.

Banyak tokoh-tokoh perempuan yang memerjuangkan kemerdekaan mereka. Seperti Kartini, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Roro Gusik (istri Untung Surapati), Christina Martha Tiahahu, Emmy Saelan, dan masih banyak lagi.

A. Nunuk P. Murniati (2004) menuliskan bahwa dulu ada berbagai hal diperjuangkan oleh perempuan. Di kalangan bawah, perempuan berjuang di bidang ekonomi, perdagangan, pertanian, peternakan, dan perikanan dalam sektor perjuangan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Usai Anaknya Viral Gegara Kasus Penganiyaan Terhadap Dokter Koas Muda di Palembang, Ibu Lady Aurellia Ingin Jalur Berdamai

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Kompas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X