Mengenal Susu Ikan, Digadang-gadang Pengganti Susu Sapi di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Gibran

- Selasa, 10 September 2024 | 15:54 WIB
Susu ikan kini menjadi salah satu terobosan inovatif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. (Foto/KemenkopUKM)
Susu ikan kini menjadi salah satu terobosan inovatif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. (Foto/KemenkopUKM)

KALIMANTAN UPDATE - Belakangan ini susu ikan menjadi sorotan usai digadang-gadang bakal jadi pengganti susu sapi dalam program makan bergizi gratis pemerintahan Prabowo Gibran.

Mungkin istilah susu ikan itu sendiri masih tak terasa asing di telinga banyaknya masyarakat di Indonesia. Pasalnya pada umumnya susu hanya diketahui bersumber dari hewan Sapi, Kambing, Domba, Unta, Kuda hingga Nabati.

Menanggapi hal itu, menurut Dosen Fakultas Peternakan IPB University Epi Taufik, susu ikan yang mungkin berasal dari pemrosesan ekstrak protein ikan tidak termasuk dalam kategori susu menurut definisi standar.

Baca Juga: Dinilai Jadi Hambatan ASI Ekslusif, Pemerintah Larang Produsen Susu Bayi Formula Untuk Promosi Diskon dan Iklan

Secara umum, susu didefinisikan sebagai cairan bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu (mammae) pada hewan mamalia, terutama sapi, kambing, kerbau, domba dan unta, yang dikonsumsi manusia untuk mendapatkan asupan protein, lemak, vitamin, dan mineral esensial.

“Susu segar adalah cairan alami yang tidak mengalami perubahan komposisi kimiawi dari ternak perah” jelas Epi dalam keterangan tertulis yang diterima KOMPAS.com, Senin (9/9/2024).

Dia menjelaskan, dalam dunia pangan, standar internasional mengenai susu diatur oleh CODEX Alimentarius Commission (CAC), sebuah badan bentukan FAO dan WHO yang bertujuan untuk melindungi kesehatan konsumen serta memastikan praktik perdagangan pangan yang adil.

Baca Juga: Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Bagi Kesehatan?

Di Indonesia, definisi susu juga diatur oleh Standar Nasional Indonesia (SNI), khususnya untuk susu segar.

Menurut CODEX Alimentarius (CODEX STAN 206-1999), susu adalah sekresi atau cairan yang keluar normal dari hewan perah atau mamalia yang diperoleh dari satu atau lebih pemerahan tanpa penambahan atau ekstraksi darinya, dimaksudkan untuk dikonsumsi sebagai susu cair atau untuk diproses lebih lanjut.

“Ini berarti bahwa susu yang diakui oleh CODEX harus berasal dari hewan mamalia, seperti sapi, domba, kambing, kerbau, kuda, unta dan lain-lain, tanpa adanya campuran bahan lain,” kata Koordinator Mata Kuliah Inovasi Teknologi Susu itu.

Baca Juga: Akankah Ada Produksi Susu Babi dan Bisakah Dikonsumsi Manusia?

Sementara menurut SNI, susu segar adalah "cairan yang diperoleh dari pemerahan sapi sehat, bersih, dan bebas dari kolostrum atau cairan pertama yang dihasilkan oleh induk hewan setelah melahirkan.

Menurut Epi, istilah "susu" pada produk seperti susu nabati dan susu ikan seharusnya dianggap sebagai istilah pemasaran yang menggambarkan karakteristik produk, bukan secara ilmiah atau regulasi.

Menurut Epi, susu ikan, meskipun kaya akan Omega-3, belum terlalu populer sebagai sumber susu alternatif yang umum. Sementara itu, dengan kandungan protein berkualitas, kalsium, vitamin B12, dan kandungan lemak yang seimbang, susu hewan lebih unggul dibandingkan dengan susu nabati dan susu ikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Hear Me Out Cake Jadi Tren di TikTok, Apa Itu?

Senin, 4 November 2024 | 21:31 WIB
X