Jelang Akhir Masa Jabatan, Jokowi Mendadak Reshuffle Kabinet

- Senin, 19 Agustus 2024 | 17:35 WIB
Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju Memberikan Pernyataan kepada Pers Usai Dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta (19/08/2024) pagi.
Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju Memberikan Pernyataan kepada Pers Usai Dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta (19/08/2024) pagi.

KALIMANTAN UPDATE - Presiden Joko Widodo (Jokowi) di masa akhir jabatannya kian menimbulkan beragam kontroversi, salah satunya baru-baru ini mendadak reshuffle kabinet.

Menanggapi fenomena tersebut, pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor mengatakan keputusan Jokowi melantik sejumlah menteri baru pada Senin (19/8) dinilai bernuansa Politis.

Pasalnya, tidak ada parameter yang jelas soal mengapa pergantian menteri ini perlu dilakukan dua bulan sebelum akhir masa jabatan Jokowi.

Baca Juga: Megawati dan SBY Tak Hadir Upacara Bendera HUT RI di IKN, Jokowi: Kita Harus Hargai Beliau-beliau

Sebaliknya, Firman menilai Jokowi tampak ingin “menanam jasa atau berinvestasi politik” untuk Prabowo Subianto yang akan mulai menjabat pada Oktober 2024 mendatang.

Firman mengatakan itu sekaligus menjelaskan mengapa sebagian besar dari menteri dan wakil menteri yang dilantik adalah orang-orang dekat Prabowo dari Partai Gerindra.

Imbas kejadian itu dua menteri dari PDI Perjuangan yakni Yasonna Laoly dan Arifin Tasrif pun dicopot, yang semakin perlihatkan kerenggangan hubungan antara Partai Wong Cilik dengan Jokowi.

Baca Juga: Prabowo Dampingi Jokowi Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI ke IKN, Gibran Temani Ma'aruf Amin di Jakarta

Sementara itu ada tiga menteri baru yang diangkat dalam pelantikan pada Senin pagi di Istana Negara, Jakarta. 

Menteri pertama yang dilantik adalah Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bahlil menggantikan menteri yang dulu diajukan oleh PDIP, Arifin Tasrif.

Posisi Bahlil, yang sebelumnya merupakan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kemudian digantikan oleh Rosan Roeslani.

Baca Juga: Mengisi Pidato Kenegaraan di MPR DPR RI 2024, Jokowi Minta Izin ke Prabowo Untuk Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Hingga Impian Rakyat Indonesia

Ada Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan HAM. Politisi Partai Gerindra ini menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh politisi PDIP, Yasonna Laoly.

Selain itu, Jokowi menambah kursi untuk jabatan wakil menteri komunikasi dan informatika. Ada Angga Raka Prabowo, ia merupakan sosok berperan dalam masa kampanye Pilpres 2024 sebagai Direktur Media Prabowo-Gibran.

Disisi lain Hasan Nasbi ditunjuk sebagai Kepala Komunikasi Presiden. Hasan adalah pendiri lembaga survei Cyrus Network.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: BBC

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X