KALIMANTAN UPDATE - Harga emas dunia terus-terusan tertekan belakangan ini sampai pada hari Jumat (1/11/2024).
Hal itu menurut pandangan orang-orang akibat penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).
Namun, data pertumbuhan lapangan kerja yang lemah di AS membuat beberapa analis memperkirakan potensi penurunan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed), yang membatasi penurunan harga emas.
Baca Juga: Lionel Messi Berikan 35 iPhone 14 Berlapis Emas Untuk Rekannya di Timnas Argentina
Dikutip dari CNBC internasional, harga spot emas turun 0,2% ke level US$ 2.736,28 per ons. Penurunan ini terjadi setelah emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 2.790,15 pada Kamis (31/10/2024).
Beberapa trader mengambil keuntungan dari harga tinggi ini, yang menyebabkan penurunan 1,5% pada hari sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas ditutup stabil di level US$ 2.749,2.
Laporan data ketenagakerjaan AS menunjukkan peningkatan nonfarm payrolls hanya sebesar 12 ribu pekerjaan pada bulan lalu, kenaikan terkecil sejak Desember 2020, dipengaruhi oleh gangguan akibat badai dan pemogokan pekerja pabrik di sektor kedirgantaraan.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Tembus Rekor Lagi, Diniai Naik ke Level Tertinggi Sepanjang Sejarah
Di saat yang sama, dolar AS menghapus kerugian sebelumnya dan menguat sebesar 0,4%. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun AS juga kembali naik setelah sempat turun, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.
Ahli strategi pasar senior di RJO Futures Bob Haberkorn menyatakan, tingginya ketidakpastian menjelang pemilihan presiden (pilpres) AS, serta ancaman potensi serangan balik Iran terhadap Israel, memperkuat kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
"Laporan ketenagakerjaan yang buruk ini seharusnya mendukung penurunan suku bunga oleh The Fed," katanya.
Kini, para ekonom melihat peluang 100% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed minggu depan, naik dari 91% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.
Sementara itu, polling terbaru menunjukkan persaingan ketat antara Donald Trump dan Kamala Harris menjelang pilpres AS pada Selasa mendatang.
Emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang tradisional terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik, dan biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. Harga emas dipengaruhi oleh nilai dolar dan imbal hasil riil.
Artikel Terkait
Tersangka Kasus Tambang Pasir Ilegal, Eks Dirut BUMD Serang Ditahan
Selain Direktur Utama Ditetapkan Tersangka, Kini Manajer Keuangan dan Akuntasi INAF dan IGM Ikut Terlibat
Review Film My Annoying Brother (2024), Eksekusi Hasil Remake Yang Tidak Gagal
Tren Vibes Ramadhan di Masa Lalu Terasa Kembali Hidup Usai Nasaruddin Umar Dilantik Menteri Agama?
Terbukti Lakukan Suap dan Gratifikasi Tanah Sitaan, Panitera Pengadilan Tinggi Banten Ditahan
Banyak Politisi Ditangkap Atas Kasus Korupsi Hasil Gemblengan Parpol?
Debat Pilkada Tangerang Viral di Media Sosial, Cawabup Ini Janji Akan Tingkatan Inflasi
KPPAD Kalbar Harap Anggota DPRD Singkawang Tersangka Pencabulan Anak Segera Ditahan, Takutnya Melarikan Diri dan Hilangkan Alat Bukti
Bagaimana Hukum Ikut Rayakan Hari Halloween Setiap 31 Oktober Bagi Islam?
Penyebab Mobil Kru TVOne Mendadak Alami Kecelakaan Tragis, Sempat Ditabrak Truk Boks Yang Oleng
Microsleep Penyebab Sopir Truk Rosalia Oleng dan Hantam Mobil Kru TVOne, Apa Itu?
Mengenal Sabina Altynbekova, Sosok Pevoli Cantik Asal Kazakhstan Resmi Bergabung ke Yogya Falcon