Akibat Penguatan Dolar dan Hasil Obligasi Pemerintah AS DIsebut Penyebab Harga Emas di Dunia Terus Alami Penekanan?

- Sabtu, 2 November 2024 | 09:28 WIB
Emas batangan (Pixabay)
Emas batangan (Pixabay)

KALIMANTAN UPDATE - Harga emas dunia terus-terusan tertekan belakangan ini sampai pada hari Jumat (1/11/2024).

Hal itu menurut pandangan orang-orang akibat penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Namun, data pertumbuhan lapangan kerja yang lemah di AS membuat beberapa analis memperkirakan potensi penurunan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed), yang membatasi penurunan harga emas.

Baca Juga: Lionel Messi Berikan 35 iPhone 14 Berlapis Emas Untuk Rekannya di Timnas Argentina

Dikutip dari CNBC internasional, harga spot emas turun 0,2% ke level US$ 2.736,28 per ons. Penurunan ini terjadi setelah emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 2.790,15 pada Kamis (31/10/2024).

Beberapa trader mengambil keuntungan dari harga tinggi ini, yang menyebabkan penurunan 1,5% pada hari sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas ditutup stabil di level US$ 2.749,2.

Laporan data ketenagakerjaan AS menunjukkan peningkatan nonfarm payrolls hanya sebesar 12 ribu pekerjaan pada bulan lalu, kenaikan terkecil sejak Desember 2020, dipengaruhi oleh gangguan akibat badai dan pemogokan pekerja pabrik di sektor kedirgantaraan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Tembus Rekor Lagi, Diniai Naik ke Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Di saat yang sama, dolar AS menghapus kerugian sebelumnya dan menguat sebesar 0,4%. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun AS juga kembali naik setelah sempat turun, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

Ahli strategi pasar senior di RJO Futures Bob Haberkorn menyatakan, tingginya ketidakpastian menjelang pemilihan presiden (pilpres) AS, serta ancaman potensi serangan balik Iran terhadap Israel, memperkuat kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

"Laporan ketenagakerjaan yang buruk ini seharusnya mendukung penurunan suku bunga oleh The Fed," katanya.

Baca Juga: Disebut Ada yang Palsu Beredar di Masyarakat Buntut Isu Korupsi 109 Ton Emas Antam, Pihak PT Aneka Tambang Tbk Buka Suara

Kini, para ekonom melihat peluang 100% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed minggu depan, naik dari 91% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Sementara itu, polling terbaru menunjukkan persaingan ketat antara Donald Trump dan Kamala Harris menjelang pilpres AS pada Selasa mendatang.

Emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang tradisional terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik, dan biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. Harga emas dipengaruhi oleh nilai dolar dan imbal hasil riil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: investor.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Deretan Harga Gift TikTok Beserta Nominal Terbaru 2024

Jumat, 13 September 2024 | 10:32 WIB
X