KALIMANTAN UPDATE - Setidaknya ada lebih dari 200 para politisi yang sudah terjerat kasus korupsi mayoritas dari gemblengan Partai Politik (Parpol).
Hal tersebut disampaikan Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Syamsuddin Haris, dalam diskusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang disiarkan di Youtube, pada Rabu, 30 Oktober 2024.
Dia memaparkan, dari banyak kasus yang masuk ke KPK, kasus korupsi yang melibatkan politisi jumlahnya tidak sedikit.
Baca Juga: Terbukti Lakukan Suap dan Gratifikasi Tanah Sitaan, Panitera Pengadilan Tinggi Banten Ditahan
"Jadi sampai saat ini itu, pejabat publik yang umumnya adalah (hasil gemblengan) partai politik kena korupsi ada 163 orang bupati/walikota," urai Haris.
Selain politisi koruptor dari kalangan kepala daerah ditingkat kabupaten/kota, dia juga mencatat banyaknya kasus korupsi yang tersangkanya adalah kepala daerah di tingkat provinsi hingga pejabat setingkat menteri.
"Ada 35 orang gubernur atau wakilnya, 39 orang pejabat setingkat menteri, 5 ketua umum dari 4 partai politik, bayangkan," ungkapnya.
"Pimpinan lembaga tinggi negara, ada Ketua Mahkamah Konstitusi, Ketua DPR, Ketua DPD, semua ditangkap KPK," demikian Haris menambahkan.***
Artikel Terkait
Viral Video Senior di Politeknik Negeri Kupang Bentak dan Suruh Minum Oli Mahasiswa Baru
Kasus Dugaan Berduaan Habib Nizar Bersama Wanita Sudah Bersuami Berakhir Damai, Keduanya Akui Salah dan Minta Maaf
Subsidi BBM dan Gas Bakal Dialihkan Untuk Program Perumahan Rakyat?
Wakil Ketua DPRD Bekasi Ditetapkan Tersangka Kasus Gratifikasi, Terima Suap Pajero dan BMW
Negara Rugi Miliaran Rupiah, Kejati Sumbar Menahan Eks Kabag Umum Sekda Dharmasraya
Sudah Muncul, Berikut Cara Melihat Hasil Pengumuman Seleksi Administrasi PPPK 2024
Tersangka Kasus Tambang Pasir Ilegal, Eks Dirut BUMD Serang Ditahan
Selain Direktur Utama Ditetapkan Tersangka, Kini Manajer Keuangan dan Akuntasi INAF dan IGM Ikut Terlibat
Review Film My Annoying Brother (2024), Eksekusi Hasil Remake Yang Tidak Gagal
Tren Vibes Ramadhan di Masa Lalu Terasa Kembali Hidup Usai Nasaruddin Umar Dilantik Menteri Agama?