Massa Aksi 411 Bubar Usai Diterima Perwakilan Setneg di Istana, Berikan Sejumlah Tuntutan Kepada Pemerintah Prabowo

- Senin, 4 November 2024 | 19:43 WIB
Massa aksi 411 tuntut adili Jokowi dan makzulkan Gibran.
Massa aksi 411 tuntut adili Jokowi dan makzulkan Gibran.

KALIMANTAN UPDATE - Aksi 411 yang dikendarai oleh Front Persaudaraan Islam (FPI) dan sejumlah ormas Islam selesai digelar pada hari Senin (4/11/2024).

Pimpinan aksi membubarkan massa setelah tuntutan mereka didengar pihak Istana Negara.

FPI dkk mengutus sejumlah delegasi, termasuk Aziz Yanuar, ke Istana. Meski tak berhasil menemui langsung Presiden Prabowo Subianto, tetapi Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) menerima baik dokumen tuntutan mereka.

Baca Juga: Soal Pengaruh Pilkada Hingga Gabung ke Pemerintahan Prabowo, Habib Rizieq Shihab Beri Jawaban

"Sudah ada cap telah diterima oleh Mensesneg, yaitu dari Kemensetneg atas nama Iskandar yang telah menerima (surat tuntutan), pun menolak tim delegasi. Saya tanya umat Islam yang hadir kecewa tidak? Kalau kecewa, besok kita mau aksi lagi, setuju?" kata Ketua Umum DPP FPI Muhammad Alatas di Patung Kuda, Jakarta, Senin (4/11).

Alatas mengatakan aksi hari ini bukan akhir dari gerakan mereka. Ormas-ormas Islam akan kembali menggelar aksi serupa pada 2 Desember mendatang.

Dia menyebut aksi itu dibalut dengan tajuk "Reuni Aksi 212". Alatas meminta para pengikutnya untuk menyebarkan rencana itu ke pelosok negeri.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di KM 50 Tol Cikampek Karawang, Tewaskan 12 Korban Jiwa

"Dari sekarang hubungin saudara-saudara kita yang di Aceh, yang di Sumut, di berbagai tempat, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, semua provinsi kita berikan informasi untuk kumpul selama 212," ujarnya.

Dia menambahkan, "Saya yakin kalau umat Islam bersatu, maka presiden akan sadar bahwa dia punya potensi besar di atas umat Islam. Betul? Siap hadir 212?"

Sebelumnya, FPI dan sejumlah ormas Islam menggelar Aksi 411 di Patung Kuda, Jakarta. Mereka menuntut Presiden ketujuh RI Joko Widodo diadili atas kejahatan-kejahatan selama 10 tahun menjabat.

Mereka juga meminta pemerintah menangkap dan memproses hukum pemilik akun Fufufafa. Massa aksi yakin betul akun media sosial yang menghina Prabowo itu adalah milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X