KALIMANTAN UPDATE - Belakangan video sejumlah peternak sapi perah membuang ratusan ton susu sapi jadi viral di media sosial.
Diketahui video itu berasal dari Boyolali dan Pasuruan, dimana sejumlah peternak sapi perah membuang susu sapi menggunakan selang besar ke area perkebunan,
Aksi viral membuang susu sapi itu diketahui lantaran sebagai bentuk protes para atas kebijakan pembatasan kuota pengiriman susu segar ke industri.
Baca Juga: Cafe Ini Sajikan ASI Sebagai Pengganti Susu, Ternyata Ini Faktanya
Biasanya, mereka bisa mengirimkan 100-200 ton susu per bulan. Namun kini dibatasi hanya 40 ton.
Bayu Aji Handayanto, seorang pengepul susu di Pasuruan menjelaskan, pembatasan kuota mulai terjadi sejak akhir 2023.
Selama ini, Bayu memiliki kontrak dengan perusahaan susu di Jakarta untuk menyerap hasil panen. Di mana dia bisa mengirim susu tanpa batasan.
Baca Juga: Tak Perlu Mahal, Deretan Makanan Kaya Kalsium Selain Susu dan Ikan
Namun, sejak adanya pembatasan, jumlah pengiriman yang diizinkan berkurang drastis.
Menurut Bayu, penurunan kuota ini disinyalir karena masuknya produk susu impor. Apalagi, diakui Bayu, selama ini dia selalu memantau tren di industri susu, baik nasional maupun internasional.***
Artikel Terkait
Review Film Santet Segoro Pitu (2024), Meski Pengembangan Cerita dan Karakter Kurang Tapi Gore Seperti Biasa Sangat Menarik
Prabowo Tiba di Beijing China, Berikut Ini Agendanya
Tak Hanya Penggelapan Dana Publik, Ratusan Video Syur Pejabat Senior Ini Viral di Media Sosial
Bentrokan Memanas di Amsterdam Diduga Berawal Dari Ucapan Rasis dan Pembakaran Bendera Palestina?
Hari Pahlawan Nasional Diperingati Setiap 10 November: Berikut Sejarah, Tema dan Link Download Twibbon
10 Rangkaian Kegiatan Ini Bisa Diperingati Jelang Hari Pahlawan 10 November
Bahlil Tunjuk Yahya Zaini Jadi Ketua DPP Partai Golkar, Video Syur Bareng Maria Eva Kembali Beredar di Media Sosial
Prangko Edisi Khusus Presiden Prabowo Subianto Diterbitkan Ukraina, KBRI Kyiv: Sebagai Mempererat Hubungan Kedua Negara
Dorong Generasi Muda Dalam Swasembada Pangan, Mentan Sebut Petani Milenial Bisa Meraup Rp10 Juta Perbulan
Santet Online Bisa Kirim Penyakit Kaki Bengkak Hingga Perut Membesar, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Buka Suara