KALIMANTAN UPDATE - Banyaknya jenazah siswa dan guru muda yang tewas dalam kebakaran bus di pinggiran kota Bangkok telah dipulangkan Rabu malam ke Thailand bagian tengah, dimana mereka sempat melakukan perjalanan wisata sekolah bersama yang berakhir tragis
Teman, saudara, dan biksu Buddha menunggu hingga lewat tengah malam untuk konvoi terakhir yang membawa jenazah, serta saudara yang harus melakukan perjalanan ke Bangkok untuk membantu identifikasi DNA korban yang terbakar parah.
Jenazah diterima di Wat Khao Phraya Sangkharam, kuil di kota ini di provinsi Uthai Thani yang menaungi sekolah yang pernah didatangi para korban.
Sederet peti mati dengan potret almarhum dipajang di aula pertemuan besar sekolah tempat para kerabat yang berduka berkumpul. Beberapa orang menghampiri untuk menyentuh potret banyak anak kecil, atau berdiri diam di depan potret tersebut.
Upacara pemakaman akan dimulai Kamis pagi. Sementara dalam tragedi ini telah menimbulkan kesedihan sekaligus kemarahan.
Di media sosial, para orang tua mengungkapkan rasa ketakutan mereka untuk mengirim anak-anak mereka ke karyawisata sekolah, tetapi yang lebih banyak adalah kemarahan tentang kurangnya langkah-langkah keselamatan.
Baca Juga: Ramai Turis Thailand Boikot Korea Selatan, Ada Apa?
Thailand telah lama terkenal karena memiliki salah satu tingkat kematian lalu lintas tertinggi di dunia.
Polisi Thailand pada hari Rabu mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah kebakaran itu disebabkan oleh kelalaian, dan mengajukan beberapa tuntutan awal terhadap pengemudi.
Kebakaran pada bus yang membawa enam guru dan 39 siswa sekolah dasar dan menengah pertama pada hari Selasa menyimpan sejarah tragis baru-baru ini di Thailad menewaskan sebanyak 23 orang, dan 22 orang lainnya berhasil selamat serta melarikan diri.
Baca Juga: Terungkap Pembunuhan 6 Turis Asing di Hotel Mewah Thailand
Tiga siswa masih dirawat di rumah sakit, dua dalam kondisi serius. Seorang gadis berusia 7 tahun menderita luka bakar di wajahnya, dan seorang ahli bedah mengatakan dokter berusaha menyelamatkan penglihatannya.
Pengemudi, Saman Chanput, ditangkap beberapa jam setelah kecelakaan dan didakwa dengan mengemudi secara lalai yang menyebabkan kematian dan cedera, gagal berhenti untuk membantu orang lain dan gagal melaporkan kecelakaan tersebut, kata polisi.
Dia melarikan diri dari tempat kejadian, tetapi setelah ditangkap, dia mengatakan kepada polisi bahwa dia berlari untuk mencoba mengambil alat pemadam kebakaran dari kendaraan lain, tetapi panik dan melarikan diri ketika api tidak terkendali sebelum dia bisa mendapatkan bantuan.
Artikel Terkait
Seorang Pria Aniaya Wanita di Pinggiran Jalan Mahakam Kebayoran Baru, Penyebab Belum Diketahui
Sempat Cekcok dan Hampir Adu Jotos Dalam Perebutan Kursi DPD RI, Sultan Najamudin dan La Nyalla Berakhir Dengan Pelukan Hangat
Soal Maraknya Skincare Etiket Biru, Ini Kata Dokter Spesialis dan BPOM
Sudah Daftar KIP Kuliah 2024? Berikut Syarat dan Tahapan Perlu Untuk Diketahui
Intip Daftar Beasiswa Kuliah Tersedia di Bulan Oktober 2024, Ada BCA BSI LPS Hingga Dari Pemda
Mengenal Fiqa Rizki Amaliyah Kembali Jadi Sorotan Publik, Sempat Jadi Korban Pelecehan Hingga DPO
Milenial Ber1 Kubu Raya Pastikan Berikan Dukungan Sutarmidji Didi Haryono di Pilgub Kalbar 2024
Langsung Berikan Gebrakan Gelar Pengecekan Kesehatan Gratis, Antusias Warga Terhadap Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan Kian Bertambah
Wujudkan Kalbar Bahagia, Muda Jakius Tawarkan Terobosan Inovasi
Sistem Penilaian Terbaru di PPPK 2024 Tak Gunakan Passing Grade, MenPAN RB: Pelamar Dinyatakan Lulus Jika Berperingkat Terbaik