Prabowo Bakal Hadir di APEC dan G20, Ketum Kadin Anindya Bakrie Siap Dampingi November Mendatang

- Senin, 28 Oktober 2024 | 12:30 WIB
Anindya Bakrie menghadiri rapat Kadin Indonesia membahas program kerja setelah pelantikan Prabowo-Gibran. (Instagram @anindyabakrie)
Anindya Bakrie menghadiri rapat Kadin Indonesia membahas program kerja setelah pelantikan Prabowo-Gibran. (Instagram @anindyabakrie)

KALIMANTAN UPDATE - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie bakal mendampingi Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja (kunker) luar negeri pertamanya sebagai Presiden Republik Indonesia sekitar bulan November 2024.

Tujuannya antara lain yakni ke Forum APEC di Lima, Peru, dan Forum G-20 di Rio De Jainero, Brazil.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya menegaskan bahwa kesempatan itu akan dimanfaatkannya untuk membuka pasar baru bagi Indonesia, serta menarik investor agar mau berinvestasi di Tanah Air.

Baca Juga: Ramai Media Asing Soroti Retreat Menteri Kabinet Prabowo Kenakan Seragam Loreng Hingga Naik Hercules di Akmil Magelang

"Kami kebetulan juga menyiapkan rencana ke luar negeri Beliau (Presiden Prabowo) yang cukup panjang, dengan fokus tentunya bagi kami (Kadin) adalah KTT APEC di Lima, Peru, dan juga G20 di Rio De Jainero," kata Anindya dalam keterangannya, Kamis, 24 Oktober 2024.

"Kami akan melakukan fungsi kami untuk membuka pasar dan mengajak investasi untuk masuk ke Indonesia," ujarnya.

Anindya juga menekankan, target itu sejalan dengan harapan Kadin Indonesia di masa kepemimpinannya. Antara lain untuk memacu upaya-upaya pemberdayaan daerah, dan memastikan masuknya investasi ke Tanah Air.

Baca Juga: Meski Kondisi Hujan Tanpa Payung, Presiden Prabowo Tetap Pimpin Upacara Parade Senja di Akmil Magelang

Ia juga menjelaskan bahwa Kadin sebenarnya memiliki dua pemegang saham utama, yakni Kadin Provinsi dan Anggota Luar Biasa (ALB) atau asosiasi/himpunan usaha.

Sementara dari Kadin Provinsi yakni termasuk Kadin Kabupaten/Kota, Anindya memastikan bahwa merekalah yang menggerakkan ekonomi sampai ke sekitar 580-an Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Berdasarkan UU No. 1 tahun 1987 yang menyatakan bahwa Kadin Indonesia sebagai satu-satunya wadah dunia usaha mitra pemerintah, maka ALB di bawah Kadin nantinya juga akan bisa memberikan masukan-masukan dan kebijakan yang dianggap perlu dari kacamata dunia usaha.

Karenanya, Anindya pun mengaku bahwa Kadin Indonesia sangat optimistis untuk dapat mengarungi berbagai tantangan, guna mencapai harapan dan peluang dalam mendukung target bertahap pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: viva.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X