Usai Viral Karangan Bunga Satire Pelantikan Presiden dan Wapres Baru dan Adanya Pembekuan, BEM Fisip Unair Ngaku Diintimidasi

- Selasa, 29 Oktober 2024 | 18:12 WIB
Ilustrasi - Karangan bunga BEM FISIP Unair. (Instagram/@bemfisipunair)
Ilustrasi - Karangan bunga BEM FISIP Unair. (Instagram/@bemfisipunair)

KALIMANTAN UPDATE - Usai viral buat karangan bunga satire terkait pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, BEM Fisip Unair ngaku terus mendapatkan intimidasi.

BEM Fisip Unair ngaku dapat intimidasi, pasca pencabutan pembekuan oleh Dekanat FISIP UNAIR, terkait karangan bunga satire tersebut.

Hal ini juga senada disampaikan ke personal pengurus BEM FISIP UNAIR, bahkan akun resmi BEM FISIP UNAIR ikut diserang.

Baca Juga: Sempat Nobatkan Jokowi Alumnus UGM Memalukan dan Hilang Setelah Pilpres, Gielbran Muhammad Noor Jadi Sorotan Usai Terpilih Sebagai Waketum Harian PKB

"Bentuk body shaming, kemudian narasi setelah kampus akan susah dapat kerja. Paling banyak body shaming, kemudian menyumpahkan hal-hal tidak baik, kemudian ada ancaman fisik berbahaya kalau di jalan," beber Presiden BEM FISIP UNAIR, Tuffahati Ullayyah Bachtiar, Selasa 29 Oktober 2024 siang.

Namun demikian, hingga kini pihaknya belum mengambil langkah hukum. Pihaknya, saat ini masih melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak apabila memerlukan perlindungan.

Tuffa mengaku, BEM FISIP UNAIR saat ini masih menginventarisir bentuk ancaman, hingga motif apa yang ada di balik berbagai intimidasi yang masuk.

Baca Juga: BEM UI Singgung Pelanggaran HAM Usai Aniaya KKB, Anggota TNI: Ditunggu KKN di Papua Pegunungan

"Itu jadi wacana baru bagi kami dalam membuat sebuah wacana baru tentang bagaimana kebebasan ekspresi mendapat ancaman serangan cyber yang masif. Apabila ke depan terjadi lagi pelanggaran kebebasan akademik, apalagi di ruang kampus kami berkomitmen akan mengawal isu tersebut agar tidak jadi preseden jelek bagi ormawa lainnya di Unair, maupun di Jatim, bahkan lingkup nasional," ujarnya

Kendati mendapat berbagai intimidasi, Tuffa menegaskan, hal itu tidak mengurangi semangat mahasiswa dalam menyoroti hal-hal yang dianggap melenceng dan tidak berpihak pada masyarakat.

"Tentunya kami BEM FISIP UNAIR tidak akan berhenti bersikap kritis dan tegas, pun dengan narasi yang akan kami gunakan ke depannya tetap keras tapi kami akan menghargai dalam batas akademik. Apapun kritik yang kami sampaikan untuk kebaikan bersama," pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Ngopibareng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X