Viral Video Diduga Eks Anggota Polri Deklarasikan Jadi Panglima KKB di Papua?

- Minggu, 10 November 2024 | 09:17 WIB
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno (©Richard Jakson)
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno (©Richard Jakson)

KALIMANTAN UPDATE - Video yang menampilkan sosok mirip Aske Mabel, mantan anggota Polri dari Polres Yalimo mendapat perhatian serius dari Satgas Ops Damai Cartenz 2024.

Pasalnya sosok dalam video tersebut tampak mendeklarasikan diri sebagai panglima Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yalimo, memperkuat dugaan keterlibatannya dalam aksi kriminal bersenjata di Papua.

Atas kejadian itu, sosok tersebut pun menjadi viral dan cukup ramain warganet menanggapi bergabungnya anggota Polri tersebut ke KKB.

Baca Juga: Jubir KKB Bantah Klaim TNI Polri Selamatkan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens, Sebut TPNPB Berperan Besar

Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengungkapkan pihaknya menduga sosok dalam video tersebut adalah Aske Mabel, yang sebelumnya terlibat dalam perampasan empat pucuk senjata api laras panjang jenis AK China pada Minggu, 9 Juni 2024 lalu.

“Sosok dalam video yang beredar ini diduga kuat memiliki kemiripan dengan mantan anggota Polri Polres Yalimo, Aske Mabel. Karena itu, upaya penegakan hukum akan kami lakukan,” tegas Brigjen Faizal.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno turut menegaskan Satgas Damai Cartenz-2024 sudah melakukan investigasi mendalam atas video tersebut.

Baca Juga: Mengenal Egianus Kogoyo Mendadak Muncul ke Publik, Sosok Petinggi OPM Sandera Pilot Susi Air dan Sebut Nama Prabowo

“Saat ini, investigasi tengah kami lakukan, dan Aske Mabel akan menjadi target utama dalam penegakan hukum oleh Operasi Damai Cartenz-2024 serta berlanjut pada Operasi Damai Cartenz-2025 mendatang,” ujar Kombes Bayu.

Bayu menegaskan, Satgas Ops Damai Cartenz akan terus melakukan penegakan hukum bagi siapapun yang terlibat dalam tindakan kriminal terhadap negara dan mengancam stabilitas keamanan masyarakat di Papua.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X